
Aksi Dejan Tumbas saat melawan PSS Sleman. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus segera bangkit dari kekalahan menyakitkan melawan PSS Sleman. Kekalahan 3-1 di pekan ke-18 Liga 1 Indonesia 2024/2025 ini meninggalkan luka yang belum sepenuhnya kering.
Laga melawan PSS Sleman menyisakan kontroversi terkait keputusan wasit. Dua gol Persebaya Surabaya yang dicetak oleh Bruno Moreira dan Dejan Tumbas dianulir, membuat amarah Bonek membara.
Saat ini, Persebaya Surabaya masih bertahan di peringkat kedua klasemen sementara Liga 1. Dengan raihan 37 poin hasil dari 11 kemenangan, 4 imbang, dan 3 kekalahan, Green Force tetap menjadi pesaing kuat dalam perebutan gelar juara.
Total 23 gol telah dicetak Persebaya Surabaya hingga pekan ke-18, membuktikan ketajaman lini serang mereka. Di sisi lain, lini belakang Green Force hanya kebobolan 16 gol, menunjukkan solidnya pertahanan mereka.
Berbanding dengan Malut United, Persebaya Surabaya jelas memiliki keunggulan statistik. Tim asal Maluku Utara itu masih berada di peringkat ke-12 dengan koleksi 22 poin dari 18 pertandingan.
Malut United mencatatkan 5 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 6 kekalahan sepanjang musim ini. Dengan total 19 gol yang mereka cetak dan kebobolan 20 gol, tim ini masih kesulitan menemukan konsistensi.
Meski begitu, Persebaya Surabaya tetap harus waspada menghadapi Malut United. Mentalitas juara yang sedang dibangun oleh pelatih Paul Munster menjadi kunci penting dalam pertandingan ini.
Dejan Tumbas, bomber anyar Persebaya Surabaya asal Serbia, menjadi sorotan utama usai laga melawan PSS Sleman. Meski baru tampil sebagai pemain pengganti, perannya mulai menunjukkan dampak positif.
Dalam pertandingan tersebut, Dejan bermain selama 54 menit dan berhasil memenangkan satu penalti untuk timnya. Statistik menunjukkan ia memiliki sentuhan bola sebanyak 8 kali dan mencatatkan 3 umpan akurat dengan tingkat keberhasilan 100%.
Selain itu, Dejan juga terlibat dalam 4 duel darat, meskipun hanya memenangkan satu di antaranya. Ia juga berhasil memenangi satu dari dua duel udara yang ia ikuti, menunjukkan kemampuannya sebagai target man.
Kehilangan penguasaan bola sebanyak 3 kali menjadi catatan yang harus diperbaiki oleh Dejan. Namun, semangat juangnya di lapangan membuat banyak pihak optimis dengan kontribusinya di laga-laga berikutnya.
Melalui akun Instagram pribadinya, Dejan memberikan pesan optimisme kepada Bonek dan rekan setimnya. “Memang hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, tetapi kita akan terus berjuang dan bekerja keras untuk mencapai tujuan kita. Mari kita maju bersama,” tulisnya.
Kata-kata ini menjadi motivasi tambahan bagi para pemain Persebaya Surabaya. Semangat juang Dejan menjadi teladan bagi rekan-rekannya untuk bangkit dari kekalahan dan kembali ke jalur kemenangan.
Di sisi lain, Mohammed Rashid juga turut menyuarakan optimismenya menjelang laga melawan Malut United. Pemain tengah yang dikenal sebagai jenderal lapangan ini yakin timnya bisa meraih tiga poin penting di kandang.
Rashid menyebut kekalahan dari PSS Sleman adalah pelajaran berharga. Ia yakin Persebaya Surabaya mampu memperbaiki kesalahan dan tampil lebih baik di laga berikutnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
