Evan Dimas menjadi pemain Timnas Indonesia yang menurun di usia emas. (Instagram @evhandimas)
JawaPos.com - Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas, kini sedang menghadapi tantangan besar dalam karier sepak bolanya. Kebersamaannya dengan Persik Kediri resmi berakhir setelah performanya dianggap kurang maksimal.
Pemain yang sempat digadang-gadang menjadi pilar masa depan sepak bola Indonesia ini dilepas pada bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia. Keputusan ini diambil manajemen Persik setelah evaluasi menyeluruh, meskipun Evan sebenarnya masih memiliki sisa kontrak.
Pelatih Persik Kediri, Marcelo Rospide, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan kesepakatan bersama antara manajemen dan mantan kapten Timnas Indonesia itu.
Ia bermain selama 22 menit, namun penampilannya dianggap underperform. Meski demikian, manajemen Persik tetap menghormati Evan dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.
Evan bukan satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang mengalami penurunan karir di usia emas. Ada beberapa nama lain yang sempat bersinar di usia muda, namun kemudian hilang dari peredaran saat mencapai usia prime, berikut contohnya:
1. Syamsir Alam
Sejak muda, Syamsir menunjukkan bakat dengan bergabung di SSB Depok dan Asiop. Ia juga mewakili Indonesia di Piala Dunia U-11 Danone bersama Makassar FC. Pada 2008, ia bergabung dengan program SAD Indonesia di Uruguay, bermain untuk Deportivo Indonesia dan Penarol. Syamsir kemudian merantau ke Belgia bersama CS Vise dan ke Amerika Serikat bersama DC United, sebelum kembali ke Indonesia dan beralih ke industri entertaint.
2. Okto Maniani
Okto Maniani dikenal sebagai winger lincah dengan kecepatan dan dribel mumpuni. Ia bersinar di Piala AFF 2010 saat membawa Timnas Indonesia ke final. Karier klubnya dimulai bersama PSMS Medan pada 2008, lalu berlanjut ke Sriwijaya FC, Persiram, Barito Putera, hingga Borneo FC, meski tidak pernah benar-benar stabil.
Di timnas, Okto turut meraih medali perak SEA Games 2011 bersama Timnas U-23. Namun, kariernya meredup karena inkonsistensi dan adaptasi yang sulit. Setelah meninggalkan sepak bola, Okto mencoba jalur politik dengan bergabung Partai Gelora Indonesia pada 2021.
3. Kurnia Meiga
Kurnia Meiga meraih prestasi gemilang bersama Arema, termasuk Pemain Terbaik Liga Super Indonesia 2009/2010, dan menjadi andalan Timnas Indonesia di berbagai turnamen. Namun, pada 2017, kariernya terhenti akibat papiledema, yang menyebabkan gangguan penglihatan serius.
Meski telah menjalani pengobatan, penglihatannya kini hanya berfungsi sekitar 5 persen, memengaruhi kehidupannya secara signifikan. Untuk mencukupi kebutuhan, Meiga berjualan keripik emping dan jersey sambil fokus pada pemulihan.
4. Osvaldo Haay

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
