Evan Dimas saat jadi pelatih di sanggar Saraswati Nuswantara. (Instagram/@evhandimas)
JawaPos.com — Kabar terbaru mantan kapten Timnas Indonesia Evan Dimas yang rehat dari sepak bola nasional kembali menyita perhatian publik. Sosok yang pernah dielu-elukan sebagai simbol generasi emas itu kini menjalani fase berbeda dalam hidupnya, jauh dari hiruk-pikuk liga profesional.
Evan Dimas sampai saat ini masih dirindukan banyak pecinta sepak bola Tanah Air untuk kembali tampil di kompetisi resmi. Tak sedikit netizen yang menyayangkan keputusannya mengambil jeda dari sepak bola profesional.
Menanggapi berbagai komentar tersebut, Evan menilai respons publik sebagai sesuatu yang wajar dan tidak ia anggap sebagai tekanan. Ia justru memandang kritik dan harapan itu sebagai energi positif untuk terus melangkah.
“Kalau saya wajar saja ya, banyak orang berpendapat, itu bebas. Ya saya senang aja, lihat komentar, ada komentar seperti ini, seperti itu, bagi saya motivasi, Mas, ya,” ungkap Evan.
Nama Evan Dimas lekat dengan sejarah manis Timnas Indonesia U-19 yang menjuarai Piala AFF U-19 2013. Bersama rekan-rekannya, ia menjadi ikon Garuda Muda yang kala itu disebut sebagai generasi emas sepak bola Indonesia.
Ekspektasi besar pun mengikuti perjalanan kariernya hingga level senior, termasuk saat ia dipercaya mengenakan ban kapten Timnas Indonesia.
Namun, perjalanan waktu membawa Evan pada sudut pandang yang lebih luas tentang makna generasi emas.
Menurut Evan, generasi emas tidak harus selalu dimaknai lewat prestasi di lapangan hijau. Baginya, kontribusi nyata kepada sesama justru menjadi ukuran utama nilai seseorang.
“Menurut saya generasi emas bukan tentang bermain bola saja, generasi emas adalah ketika kita bisa bermanfaat buat orang lain,” imbuhnya.
Dalam masa rehat dari sepak bola nasional, Evan memilih pulang ke akar dan fokus pada pengembangan diri. Ia kini lebih banyak menghabiskan waktu di Tulungagung, Jawa Timur, untuk menekuni dunia kepelatihan usia dini.
Berbekal lisensi kepelatihan C, Evan aktif melatih pemain muda di Sanggar Saraswati Nuswantara. Ia juga sedang mempersiapkan diri untuk mengambil lisensi B sebagai bagian dari proses belajarnya.
“Intinya saya sekarang ingin belajar dulu (jadi pelatih), karena itu sangat penting. Jadi jangan sampai saya ini melatih ataupun mendidik generasi-generasi, usia 9 tahun sampai 13, dengan asal-asalan,” tegas mantan pemain Persik Kediri itu.
Aktivitas terbarunya pun dibagikan melalui kanal Youtube Jawa Pos News. Evan mengaku kesehariannya kini banyak dihabiskan di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang.
“Ya, aktivitas saya lebih banyak menghabiskan waktu di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang. Tepatnya di Sanggar Saraswati Nuswantara ini. Di sini sekarang ngelatih SSB,” ujarnya.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
