Momen kericuhan di Stadion Jatidiri Semarang. (Instagram @ultras.id)
JawaPos.com — Kericuhan besar terjadi di luar Stadion Jatidiri Semarang saat pertandingan PSIS Semarang melawan Malut United, Minggu (22/12) petang. Insiden ini berawal dari aksi protes yang dilakukan kelompok suporter Panser Biru dan Snex di luar stadion.
Aksi boikot tersebut dilakukan dengan mengosongkan tribun selatan dan utara sebagai bentuk protes terhadap manajemen PSIS. Para suporter merasa tuntutan mereka tidak direspons, sehingga memutuskan untuk menggelar demonstrasi di depan pintu timur stadion.
Dalam aksi tersebut, massa suporter menyalakan flare dan melemparkan mercon ke arah stadion. Situasi mulai tidak terkendali ketika aparat keamanan yang berjaga di dalam stadion bergerak keluar untuk membubarkan kerumunan.
Aparat keamanan kemudian menembakkan gas air mata guna mengurai massa suporter yang semakin memanas. Kepulan gas air mata membuat ribuan suporter panik dan berlarian menyelamatkan diri ke berbagai arah.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan ratusan aparat keamanan berusaha mengendalikan situasi di sekitar pintu timur. Massa suporter yang semula berkumpul terpecah dan perlahan mulai meninggalkan area tersebut.
Meski kerumunan berhasil dibubarkan, beberapa suporter tetap melanjutkan aksi di depan pintu tribun barat dan VIP. Mereka kembali menyalakan flare dan melemparkan mercon, sehingga memaksa petugas menutup akses pintu masuk stadion.
Akibat kericuhan ini, para pemain, ofisial tim, dan penonton yang berada di tribun barat/VIP terjebak di dalam stadion. Mereka harus menunggu sekitar satu jam hingga situasi di luar stadion benar-benar kondusif.
Di dalam stadion, aksi protes juga dilakukan oleh sebagian suporter yang berada di tribun timur sisi selatan. Mereka membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada manajemen PSIS dan menyalakan flare menjelang akhir pertandingan.
Aksi boikot ini bukan kali pertama dilakukan oleh Panser Biru dan Snex. Sebelumnya, mereka juga melakukan protes serupa pada laga PSIS melawan Bali United, Rabu (11/12), yang menjadi laga perdana PSIS di Stadion Jatidiri setelah 10 bulan bermain sebagai tim musafir.
Tuntutan utama dari aksi ini adalah agar manajemen PSIS lebih serius dalam memajukan prestasi klub tanpa campur tangan politik. Suporter juga mendesak Yoyok Sukawi mundur dari jabatannya jika dianggap tidak mampu mengelola PSIS dengan baik.
Situasi di luar stadion sempat berangsur kondusif setelah aparat berhasil membubarkan kerumunan. Namun, suasana panas masih terasa karena kelompok kecil suporter terus melanjutkan aksi protes hingga malam hari.
Kericuhan ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk pencinta sepak bola Indonesia. Banyak yang menyayangkan aksi yang berujung kericuhan ini terjadi, mengingat PSIS baru kembali bermain di Stadion Jatidiri setelah sekian lama.
Dari sisi pertandingan, PSIS dikalahkan Malut United dengan skor telak 1-3. Namun, kemenangan tersebut seolah tenggelam oleh insiden di luar lapangan yang mencoreng nama baik klub.
Manajemen PSIS hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi protes yang dilakukan oleh Panser Biru dan Snex. Hal ini menambah kekecewaan suporter yang merasa suara mereka diabaikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022