
Joel Cornelli secara mengejutkan dipecat manajemen Arema FC dari jabatan pelatih kepala. (Instagram Joel Cornelli)
JawaPos.com - Keputusan besar diambil oleh manajemen Arema FC. Rival abadi Persebaya Surabaya tersebut tiba-tiba saja menghentikan kerja sama dengan pelatih Joel Cornelli.
Hal tersebut cukup mengejutkan karena di bawah Joel Cornelli, Arema FC kembali menjadi tim yang solid meskipun masih belum bisa menembus papan atas klasemen sementara Liga 1.
“Klub telah memutuskan tidak lagi menggunakan jasa Joel Cornelli sebagai pelatih kepala. Kami ucapkan terimakasih atas prestasi dan dedikasinya selama ini,” kata Manajer Arema, Wiebie Dwi Andriyas seperti dikutip dari laman Transfermarkt.
Kegagalan menembus papan atas itulah disinyalir membuat manajemen Arema FC memecat pelatih asal Brazil itu, karena Singo Edan memiliki target yang lebih tinggi.
“Manajemen dan pengurus sudah melakukan pertemuan sebelumnya. Sepakat harus mendapatkan 10-12 poin dalam sisa 5 pertandingan akhir putaran pertama. Tapi itu sudah tidak mungkin tercapai,” tutup Wiebie.
Menanggapi pemecatan ini, Joel Cornelli mengakui sangat terkejut karena ia merasa proses yang ia bangun untuk Arema belum tuntas.
"Setelah 6 bulan bekerja, saya diberitahu manajemen bahwa saya tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih kepala di Arema FC. Saya harus akui bahwa saya terkejut dengan keputusan tersebut, karena saya benar-benar yakin bahwa apa yang kami bangun di dalam klub bisa membuahkan hasil, dan saya masih ingin melanjutkan pekerjaan ini karena kami bisa berada di posisi kesembilan klasemen dengan hanya tertinggal empat poin dari Borneo FC di peringkat tiga," ujar Cornelli dalam unggahannya di Instagram pribadinya.
Performa Arema FC di bawah asuhan Joel Cornelli sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Ia sukses membawa tim asal Malang itu menjuarai turnamen Pra-musim Piala Presiden 2024.
Kemudian, pelatih berusia 57 tahun juga berhasil memperbaiki performa Singo Edan di Liga 1 musim ini. Cornelli berhasil mengerek posisi Arema FC dengan bertengger di peringkat ke-9 dan mengumpulkan 22 poin, atau hanya berjarak satu poin dari peringkat lima.
Secara total, Cornelli telah memimpin 20 pertandingan Arema FC di seluruh kompetisi, dengan rekor 10 kali menang, lima kali seri dan lima kali menelan kekalahan.
Sayangnya, di sejumlah laga big match, Cornelli gagal membawa Arema meraih kemenangan. Pada tiga pertandingan terakhir yaitu melawan Persebaya Surabaya, Persis Solo dan Persik Kediri, mereka tidak meraih satu kemenangan pun.
Mereka takluk dari Persebaya dan Persik Kediri, dan hanya bermain imbang dengan Persis Solo. Satu poin dari tiga laga tentu bukanlah target yang diharapkan tim sebesar Arema FC.
Meskipun demikian, Cornelli tetap mengucapkan terima kasih kepada para pemain dan manajemen, serta dukungan dari Aremania yang sangat menggairahkan sebagai suporter sebuah klub sepak bola.
"Belum pernah ada klub lain yang pernah merasakan begitu besar gairah, keterlibatan, dan dedikasi dari para penggemar. Kamu istimewa. Saya akan menjadi Aremania selamanya," imbuhnya dalam unggahan tersebut.
Saking cintanya kepada Arema, ia bahkan mengaku ingin kembali ke Malang untuk kembali melatih Singo Edan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
