Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 November 2024 | 00.40 WIB

Otavio Dutra Hanya Punya 2 Caps di Timnas Indonesia, Akankah Bintang Persebaya Surabaya Bruno Moreira Bernasib Sama?

Otavio Dutra membela Timnas Indonesia. (Instagram @otaviodutra5_indonesia)

 

JawaPos.com — Otavio Dutra menjadi salah satu cerita sukses pemain asing yang mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Pemain asal Brasil itu resmi menjadi WNI pada 27 September 2019 setelah melalui proses panjang yang penuh dedikasi.

Dutra dikenal sebagai figur pekerja keras yang rela meninggalkan kampung halamannya demi meraih mimpi di Indonesia. Selama sembilan tahun, ia tak pernah pulang ke Brasil dan memusatkan kariernya di Tanah Air.

Kisah suksesnya dimulai dari keputusannya bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2010, meskipun sepak bola Indonesia sedang dilanda konflik internal. Penampilan konsisten Dutra di lini belakang langsung menarik perhatian klub-klub besar di Indonesia.

Selepas membela Persebaya 1927, Dutra sukses menjadi palang pintu tangguh untuk Persipura Jayapura. Bersama Bio Paulin, ia membawa Persipura menjuarai Liga Super Indonesia 2013, sekaligus menorehkan catatan impresif sebagai bek produktif dengan 10 gol.

Dutra sempat pindah ke beberapa klub seperti Persegres Gresik United dan Bhayangkara FC, sebelum kembali ke Persebaya Surabaya pada 2018. Kembali ke Green Force, ia menyelesaikan proses naturalisasi pada 2019, menandai puncak kariernya sebagai WNI.

Kini, cerita Dutra menginspirasi Bruno Moreira, kapten Persebaya Surabaya asal Brasil yang tengah bersinar di Liga 1 Indonesia. Performanya yang konsisten membuat netizen ramai-ramai mengusulkan Bruno menjadi pemain naturalisasi Timnas Indonesia.

Bruno menunjukkan rasa hormatnya kepada sepak bola Indonesia, salah satunya dengan mendukung Rizky Ridho di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Melalui akun Instagram pribadinya, Bruno mendoakan keberhasilan mantan kapten tim Persebaya Surabaya itu bersama Timnas Indoenesia.

Bruno adalah sosok penting dalam permainan Persebaya Surabaya di Liga 1 musim 2024/2025. Ia membawa Green Force meraih kemenangan penting 2-1 atas Persija Jakarta, sekaligus membawa Persebaya Surabaya ke puncak klasemen sementara.

Namun, menjadi WNI bukan proses yang sederhana. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan mengatur sejumlah syarat ketat, salah satunya tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut.

Hal ini menjadi kendala utama bagi Bruno yang baru kembali ke Persebaya Surabaya pada 2023 setelah sempat berkarier di luar negeri. Sebelumnya, ia pertama kali bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2021 dari klub Envigado di Kolombia, namun pindah ke Yunani pada 2022 sebelum kembali ke Green Force.

Jika Bruno bertahan di Indonesia hingga 2028, peluangnya memenuhi syarat naturalisasi terbuka lebar. Usianya yang baru 25 tahun memberikan keuntungan besar untuk menjadi pilihan jangka panjang bagi Timnas Indonesia.

Antusiasme netizen terhadap potensi Bruno menjadi WNI tampak luar biasa. Bahkan beberapa bercanda menyebut Bruno memiliki "darah Madura" atau menjadikannya warga asli Benowo.

Namun, keputusan untuk mengajukan naturalisasi tetap berada di tangan Bruno dan otoritas terkait, termasuk PSSI dan pemerintah. Proses ini memerlukan dukungan semua pihak, mulai dari klub hingga federasi sepak bola nasional.

Kisah Dutra menunjukkan bahwa naturalisasi tidak hanya soal teknis administrasi, tetapi juga tentang kecintaan pada Indonesia. Dutra membuktikan komitmen dan dedikasinya dengan menghafal lagu kebangsaan dan Pancasila jauh sebelum proses naturalisasi dimulai.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore