Jairo Riedewald bisa jadi opsi menarik Timnas Indonesia agar makin kuat menuju Piala Dunia 2026. (Instagram @jairoriedewaldd)
JawaPos.com — Timnas Indonesia terus memperkuat skuad untuk bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah Ole Romeny memulai proses naturalisasi pada November 2024, daftar calon pemain lainnya mulai bermunculan.
Romeny menjadi nama terbaru yang bergabung dalam proyek besar ini setelah menyatakan kesediaannya membela skuad Garuda. Ia diproyeksikan resmi menjadi WNI sebelum Maret 2025, membuka jalan untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia.
Namun, Romeny tampaknya bukan yang terakhir dalam daftar. Masih ada enam nama potensial yang digadang-gadang akan menambah kekuatan Merah Putih di masa depan.
Nama pertama adalah Million Manhoef, pemain yang cukup santer diberitakan terkait naturalisasi. Meski begitu, hingga kini Manhoef belum secara terbuka menyatakan minat untuk membela Timnas Indonesia.
Manhoef, yang memiliki posisi natural sebagai bek, menjadi incaran menarik untuk meningkatkan kedalaman lini pertahanan. Jika resmi dinaturalisasi, ia akan menambah variasi opsi dalam formasi bertahan skuad Shin Tae-yong.
Berikutnya ada Miliano Jonathans, pemain yang sudah terang-terangan ingin bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia memiliki darah keturunan Indonesia dari kakeknya yang berasal dari Depok, salah satu wilayah bersejarah di Jawa Barat.
Nama marganya, Jonathans, termasuk dalam 12 famili yang menjadi bagian dari sejarah masa kolonial di daerah tersebut. Kini, tinggal PSSI yang perlu menyambut keinginan sang pemain untuk bergabung dengan skuad Garuda.
Calon ketiga adalah Tristan Gooijer, pemain berusia 20 tahun yang saat ini membela PEC Zwolle di Belanda. Gooijer juga memiliki darah keturunan Indonesia, meski belum memberikan sinyal jelas terkait kesediaannya membela Timnas.
Eliano Reijnders, pemain naturalisasi yang sudah bergabung sebelumnya, mungkin dapat membantu membujuk Gooijer. Jika bergabung, bek muda ini akan menjadi tambahan penting bagi lini belakang Indonesia.
Jairo Riedewald, pemain Royal Antwerp, menjadi calon kuat lainnya yang kabarnya sudah positif menjalani proses naturalisasi. Pesepak bola yang memiliki darah Maluku ini dikenal serba bisa dengan kemampuan bermain sebagai bek maupun gelandang bertahan.
Posisi Riedewald yang fleksibel tentunya menjadi nilai tambah besar untuk Timnas Indonesia. Ia bisa menjadi solusi di berbagai sektor pertahanan maupun lini tengah sesuai kebutuhan.
Pascal Struijk juga masuk dalam radar pemain yang akan dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia. Bek Leeds United ini sudah lama digadang-gadang sebagai kandidat kuat karena pengalamannya bermain di Liga Inggris.
Kehadiran Struijk tentu akan memberikan dimensi baru bagi pertahanan Indonesia, meski posisinya mungkin membuat persaingan di lini belakang semakin ketat. Saat ini saja, Indonesia sudah memiliki beberapa pemain keturunan di posisi tersebut.
Nama terakhir adalah Emil Audero, kiper FC Como yang sudah lama diincar untuk bergabung dengan skuad Garuda. Ayahnya, Edy Mulyadi, sempat menolak langkah naturalisasi karena mimpi Emil adalah bermain di Piala Dunia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
