Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 23.17 WIB

Janji Ernando Ari One Man One Club: Akankah Bertahan di Persebaya Surabaya Usai 31 Januari 2025?

Ernando Ari pernah berjanji setia bersama Persebaya Surabaya saat tanda tangan kontrak pada 2022. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Ernando Ari, kiper andalan Persebaya Surabaya, kerap menyatakan keinginannya untuk setia kepada Green Force sepanjang kariernya.

“Jika Persebaya terus mendukung saya setiap tahun, maka tidak menutup kemungkinan saya bisa one man one club di sini,” ucapnya pada 2022 di kanal YouTube resmi Persebaya Surabaya.

Ernando merasa Persebaya Surabaya adalah rumahnya, klub yang memberi dukungan dan keluarga selama masa-masa sulit, terutama saat dirinya cedera.

Ia mengakui, ketika mengalami cedera, Persebaya Surabaya memberikan jaminan kesehatan terbaik serta program latihan yang sangat membantu pemulihannya.

Hal ini menjadikan Persebaya Surabaya lebih dari sekadar klub, melainkan keluarga besar bagi Ernando.

“Alasan untuk bertahan di sini banyak. Waktu saya cedera, saya diberikan jaminan kesehatan yang terbaik. Saya dibantu untuk menjalani latihan yang baik. Apalagi, tim ini kekeluargaannya sangat dekat,” tegas Ernando penuh keyakinan.

Namun, saat kontraknya akan habis pada 31 Januari 2025, situasi bisa berubah dengan cepat. Mengingat aturan Bosman yang berlaku dalam sepak bola internasional, Ernando akan bebas bernegosiasi dengan klub lain mulai enam bulan sebelum kontraknya habis, tepatnya pada awal Januari.

“Kalau saya sudah nyaman di tempat ini (Persebaya), saya tidak setengah-setengah. Saya berikan semua kemampuan saya. Apalagi, pelatih dan manajemen selalu support saya,” tegas Ernando kala itu.

Aturan Bosman memberi kebebasan bagi pemain dengan kontrak yang hampir habis untuk mulai mencari klub baru tanpa harus meminta izin dari klub lamanya. Situasi ini memberikan kesempatan bagi pemain seperti Ernando untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa adanya tekanan dari klub.

Bosman Rule yang diciptakan pada 1995 oleh pesepak bola Belgia Jean-Marc Bosman mengubah peta transfer sepak bola di seluruh dunia.

Jean-Marc Bosman memperjuangkan hak pemain untuk bebas menentukan pilihannya, setelah merasa dirugikan oleh klubnya, RFC Liege, yang menolak melepasnya tanpa biaya transfer.

Bosman berhasil menang di pengadilan setelah lima tahun memperjuangkan kebebasan pemain, yang akhirnya dikenal sebagai Bosman Rule.

Aturan ini mempermudah pemain untuk meninggalkan klub lama secara gratis setelah kontraknya habis, sekaligus memberi kekuatan tawar yang lebih tinggi dalam menentukan gaji dan fasilitas.

Situasi yang sama kini berpotensi dihadapi oleh Persebaya Surabaya terkait kontrak Ernando Ari. Kiper bertalenta ini tentu akan menjadi incaran klub-klub besar, apalagi mengingat kontribusinya yang besar dalam menjaga gawang Persebaya Surabaya dari kebobolan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore