Andhika Ramadhani protes keras ke wasit pasca Persebaya Surabaya ditahan imabng PSM Makassar. Itu dinilai netizen terlalu menganggu. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan PSM Makassar di Gelora Bung Tomo, Rabu (23/10) malam. Hasil ini menjadi kekecewaan kedua secara beruntun bagi Green Force setelah juga ditahan imbang tanpa gol oleh Dewa United pada pekan ketujuh.
Meski menguasai pertandingan dengan 71 persen penguasaan bola, Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan peluang yang tercipta, terutama di babak kedua.
Kasim Botan sudah berhadapan dengan gawang kosong saat menerima umpan dari Bruno Moreira, namun tendangannya hanya membentur tiang.
Flavio Silva juga punya kesempatan emas saat tinggal berhadapan dengan kiper PSM, tetapi tendangannya melenceng.
Usai pertandingan, pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster menyatakan penyelesaian akhir menjadi masalah utama timnya dalam laga tersebut.
“Babak kedua kita fokus apa yang sedang dituju. Kita bermain sangat baik, tetapi satu-satunya masalah adalah penyelesaian akhir. Itu saja,” ujar Munster dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kekecewaan serupa juga diungkapkan bek kiri Persebaya Surabaya, Ardi Idrus. Dia merasa timnya seharusnya bisa menang, mengingat peluang yang diciptakan Green Force.
“Kami semua pemain kecewa dengan hasil ini. Kita ingin menang, tetapi hasil akhir berkata lain. Kita punya waktu untuk bangkit,” tandas Ardi.
Namun, yang menjadi sorotan publik bukan hanya soal kegagalan mencetak gol, melainkan juga aksi protes keras yang dilakukan oleh kiper Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @persebayafans.27, terlihat Andhika yang mendatangi wasit usai pertandingan untuk melayangkan protes terkait keputusan-keputusan kontroversial selama laga.
Aksi protes ini memicu berbagai komentar dari netizen, yang kebanyakan meminta agar para pemain fokus memperbaiki penyelesaian akhir ketimbang menyalahkan wasit.
Seorang netizen berkomentar, "Sudah di depan gawang, tapi finishingnya kurang joss...." Mengkritik penyelesaian akhir yang kurang efektif meski ada banyak peluang emas.
Tak sedikit pula yang meminta para pemain Persebaya Surabaya, termasuk Andhika, untuk tidak terlalu banyak mengeluh dan lebih fokus pada permainan.
"Wes apik, ojo kakean protes salah e dewe ga isok cetak gol seng akeh,” tulis netizen lainnya, yang menganggap Persebaya Surabaya harus introspeksi karena tidak bisa memanfaatkan peluang yang ada.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
