
Persebaya Surabaya kena sanksi denda Rp20 juta saat hadapi Dewa United di pekan ketujuh Liga 1 Indonesia 2024/2025. (PSSI.org)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali harus menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI setelah insiden pelemparan botol ke arah perangkat pertandingan pada laga melawan Dewa United.
Kejadian yang terjadi pada 27 September 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo ini membuat klub asal Surabaya tersebut didenda sebesar Rp20 juta.
Berdasarkan surat resmi yang diunggah oleh akun Instagram @bondonekat.media, keputusan ini diambil setelah Komdis PSSI menemukan bukti pelanggaran kode disiplin.
Penonton yang merupakan oknum suporter Persebaya Surabaya kedapatan melempar botol air mineral ke arah perangkat pertandingan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja wasit.
Komisi Disiplin PSSI dalam surat tersebut merujuk kepada Pasal 70 ayat 1 dan 2 Kode Disiplin PSSI 2023, yang menyebutkan bahwa tindakan pelemparan benda ke lapangan termasuk pelanggaran berat.
Dalam kasus ini, Persebaya Surabaya dianggap bertanggung jawab atas tindakan oknum suporter mereka, meski tidak seluruh suporter terlibat dalam insiden tersebut.
Keputusan tersebut disertai dengan pertimbangan bahwa tindakan serupa di masa mendatang akan menghasilkan hukuman yang lebih berat.
Sanksi ini diharapkan menjadi peringatan tegas bagi klub agar lebih menjaga perilaku suporternya dalam pertandingan-pertandingan mendatang.
Menurut aturan Kode Disiplin PSSI, banding atas keputusan sanksi ini tidak dapat diajukan. Hal ini sejalan dengan Pasal 119 Kode Disiplin yang mengatur bahwa keputusan terkait pelanggaran disiplin bersifat final dan mengikat.
Sanksi yang diterima Persebaya Surabaya ini tentu menjadi pelajaran bagi oknum suporter, kelompok suporter fanatik Persebaya Surabaya, untuk lebih menahan diri dalam menyikapi situasi di lapangan.
Meskipun kinerja wasit kala itu Asep Yandis kerap menjadi sorotan, tindakan kekerasan atau pelemparan benda ke lapangan bukanlah solusi yang tepat. Klub harus menanggung konsekuensi atas tindakan segelintir oknum, dan hal ini tentu merugikan Persebaya Surabaya secara finansial maupun reputasi.
Di sisi lain, insiden ini juga bisa menjadi catatan penting bagi Komisi Wasit PSSI untuk terus mengevaluasi kinerja para wasit di Liga 1. Banyak pertandingan di mana keputusan wasit dinilai kontroversial oleh suporter dan pelatih, termasuk di laga Persebaya Surabaya melawan Dewa United ini.
Jika kinerja perangkat pertandingan terus menjadi sorotan, bukan tidak mungkin insiden serupa akan kembali terjadi di masa mendatang.
Persebaya Surabaya sendiri kini tengah berjuang di papan atas klasemen Liga 1 musim 2024/2025, dengan performa yang cukup konsisten di bawah asuhan pelatih Paul Munster. Namun, sanksi-sanksi seperti ini dapat mempengaruhi fokus tim di tengah persaingan ketat untuk meraih gelar juara.
Klub harus mengambil langkah-langkah proaktif untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui kampanye kesadaran di kalangan suporter, bekerja sama dengan kelompok suporter agar perilaku destruktif di stadion bisa diminimalisir.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
