
Dirut PT LIB Ferry Paulus dalam jumpa pers di Jakarta. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com – PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah memanggil manajemen Persib Bandung untuk meminta keterangan mengenai kericuhan suporter usai pertandingan kontra Persija Jakarta. Operator penyelenggara itu menguak penyebab kericuhan dan menilai seharusnya hal itu tidak terjadi.
Kericuhan suporter terjadi setelah Persib memastikan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persija di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (23/9). Kerusuhan pecah tak lama setelah wasit meniup peluit panjang dan para pemain kedua tim masuk ke lorong ganti.
Puluhan oknum suporter menerobos pagar pembatas stadion dan mulai masuk ke lapangan saat laga usai. Mereka masuk dan langsung mengejar steward yang bertugas di lapangan. Mereka kemudian melakukan tindak kekerasan terhadap petugas keamanan di stadion tersebut.
Kejadian itu sampai membuat aparat keamanan seperti pihak kepolisian dan TNI turun tangan. Mereka memukul mundur oknum suporter tersebut dan situasi berubah jadi kondusif lagi secara perlahan setelah 10 menit.
Dua hari setelah kejadian, PT LIB langsung memanggil manajemen, panitia pelaksana, dan perwakilan suporter Persib untuk meminta penjelasan. Pemanggilan dilakukan pada Rabu (25/9) dan Jumat (27/9).
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menyampaikan kericuhan suporter terhadap steward terjadi karena adanya ketegangan pada pertandingan Persib sebelumnya, tepatnya saat Maung Bandung kalah dari Port FC (1-0) di laga perdana AFC Champions League Two (AFC 2) 2024/2025, 19 September.
Saat pertandingan Persib vs Port FC memang sempat ada dua masalah yang terjadi. Pertama, terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum ofisial/pemain Persib. Kedua, mengenai dugaan pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh oknum steward.
"Karena kalah, ya tentunya sebagai fans, sebagai suporter ada kekecewaan, dalam arti kekecewaan yang berlebihan dan seterusnya. Sampai ada insiden masuk ke lorong," kata Ferry dalam junpa pers di Jakarta.
"Mungkin dari kejadian-kejadian tadi, mungkin, selayaknya orang kecewa itu seperti terakumulasi, terlampiaskannya saat Persib vs Persija," imbuh Ferry Paulus.
Lantas, langkah apa yang akan dilakukan oleh PT LIB menyikapi masalah tersebut? Ferry menyebut bahwa operator penyelenggara hanya memiliki kewenangan untuk meluruskan dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.
"Ranah kami adalah meluruskan, karena kejadian itu kan tidak tiba-tiba ribut. Pasti ada sebab. Itu yang kita klarifikasi. Dari klarifikasi yang kami dengarkan, memang kekecewaan dari pertandingan melawan Port FC," ungkap Ferry Paulus.
PT LIB pun mengkritisi langkah yang diambil manajemen Persib dalam menyelesaikan masalah melawan Port FC tersebut. "Harusnya diselesaikan dan dibereskan pada hari itu juga supaya tidak menjadi api," jelasnya.
"Kalau diselesaikan cepat, seharusnya tidak ada kejadian saat melawan Persija. Apalagi, pertandingan itu dimenangkan oleh Persib," tambah mantan Direktur Persija Jakarta ini.
Buntut dari kejadian itu, Ferry Paulus menerangkan bahwa PT LIB tak bisa memberikan hukuman kepada Persib. Operator hanya bisa memberikan saran dan rekomendasikan kepada manajemen Persib.
"Kami meminta kepada Persib supaya memberikan sanksi-sanksi di internal mereka karena memicu kericuhan. Kami memberikan masukan agar itu diberikan sanksi-sanksi yang sifatnya harus dipublikasikan ke publik bahwa sepak bola memberikan sanksi kepada timnya, baik ketua, manajemen dan seterusnya itu sesuatu yang biasa," terang Ferry.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
