Paul Munster berhasil mengubah Persebaya Surabaya tampil digdaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 hingga pekan kelima tanpa tersentuh kekalahan. (Instagram @coach.munster)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan tajinya di kompetisi Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bermain di hadapan belasan ribu pendukung setia, Bonek, Green Force berhasil menundukkan Persis Solo dengan skor 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen, tetapi juga memberikan sebutan baru dari para Bonek untuk sang pelatih, Paul Munster.
Dua gol kemenangan Persebaya dicetak oleh Malik Risaldi, yang tampil impresif pada babak kedua. Gol pertama Risaldi tercipta pada menit ke-49, disusul gol kedua hanya tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-52. Kemenangan ini membawa Persebaya Surabaya bangkit dari ketertinggalan setelah sebelumnya sempat dibobol oleh Karim Rossi dari Persis Solo pada babak pertama.
Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara yang kini menahkodai Green Force, memberikan pandangannya usai laga. "Ini pertandingan sulit, kami tertinggal. Namun, sebenarnya kami sebenarnya mulai menguasai pertandingan pada sepuluh menit babak pertama," ungkap Munster dalam sesi konferensi pers usai laga. Menurutnya, tim asuhannya perlahan-lahan mampu membalikkan keadaan, terutama dengan gol cepat yang diciptakan Malik Risaldi pada awal babak kedua.
Munster menegaskan bahwa kemenangan ini tidak lepas dari diskusi intensif di ruang ganti saat jeda pertandingan. "Malik mencetak gol cepat pada babak kedua, dua gol, lalu kami terus menguasai pertandingan, menciptakan banyak peluang dan menang," tambahnya. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Persebaya Surabaya yang kini menempati peringkat kedua klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan perolehan 13 poin dari lima pertandingan.
Namun, di balik kemenangan dan performa apik Persebaya Surabaya, ada tantangan besar yang harus dihadapi. Munster mengakui bahwa jadwal padat yang hanya memberikan jeda empat hari antara pertandingan pekan ke-4 dan ke-5 mempengaruhi kondisi fisik timnya.
Meski berhasil membalikkan keadaan dan meraih kemenangan, Munster tetap menyadari bahwa ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Gol yang tercipta di babak pertama oleh Persis Solo, menurutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.
Dengan hasil positif ini, Persebaya Surabaya kini berada di posisi kedua klasemen sementara, menggeser PSM Makassar. Kemenangan ini juga semakin mempertegas tren positif Green Force yang belum terkalahkan hingga pekan kelima. Selanjutnya, Persebaya Surabaya akan melanjutkan perjuangan mereka melawan PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Minggu, 27 September mendatang.
Di balik keberhasilan Persebaya Surabaya mempertahankan tren positif ini, ada fenomena menarik di kalangan Bonek, pendukung setia tim. Para Bonek mulai memberikan sebutan baru untuk Paul Munster, yakni PM, yang merupakan singkatan dari Penting Menang.
Sebutan ini bukan tanpa alasan. Bagi para suporter, Munster telah berhasil menjaga konsistensi tim meski di beberapa pertandingan, gaya permainan Persebaya Surabaya dinilai kurang menarik. Namun, hasil akhir selalu berpihak pada Green Force.
Sebutan 'Penting Menang' muncul sebagai respons terhadap kritik sebagian suporter yang merasa permainan Persebaya Surabaya di bawah asuhan Munster terkadang monoton dan tidak atraktif. Meski demikian, faktanya Persebaya Surabaya tetap mampu mengumpulkan poin demi poin, dan hingga pekan kelima, mereka berhasil mengantongi 13 poin, duduk di posisi kedua klasemen sementara. Dengan hasil ini, Bonek berharap Munster dapat terus membawa Persebaya Surabaya meraih kemenangan demi menjaga peluang mereka dalam perburuan gelar juara Liga 1 Indonesia musim ini.
Baca Juga: Terungkap! Hal-hal Ini Dapat Membuat Anjing Kesayanganmu Sedih, Jangan Abaikan Perasaannya Lagi
Tak dapat dipungkiri, keberhasilan Munster menjaga konsistensi Persebaya Surabaya dalam lima pekan pertama musim ini memang patut diacungi jempol. Setelah melalui beberapa pertandingan dengan gaya permainan yang terkesan pragmatis, Munster membuktikan bahwa taktik yang ia terapkan berhasil membawa hasil maksimal. Meski ada kritik mengenai gaya bermain yang kurang menghibur, Munster tetap fokus pada satu hal: hasil akhir.
Sang pelatih, yang sudah berpengalaman di kancah internasional, tampaknya paham betul bagaimana meramu strategi yang efektif meski tidak selalu mengutamakan gaya permainan yang atraktif. Baginya, yang terpenting adalah hasil akhir. "Penting menang" itulah yang menjadi mantra Munster setiap kali memimpin timnya.
Di sisi lain, keberhasilan Persebaya Surabaya menjaga tren positif ini juga tidak lepas dari dukungan penuh para suporter Bonek yang selalu hadir di stadion. Bagi Bonek, kemenangan tim kesayangan mereka jauh lebih penting daripada sekadar permainan cantik. Dengan sebutan PM alias Penting Menang, mereka seolah menyampaikan pesan bahwa selama Persebaya Surabaya terus meraih kemenangan, gaya permainan tidak menjadi masalah utama.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
