
Tim sepak bola PON Jatim siap rebut emas di PON XXI Aceh-Sumut 2024 dengan hadapi Jawa Barat. (Instagram/@pssijatim)
JawaPos.com — Ajang PON 2024 terus memanas, dan pertandingan final sepak bola putra kali ini dipastikan menjadi salah satu yang paling dinanti. Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar) akan saling bertarung untuk memperebutkan medali emas dalam laga sengit yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (18/9/2024) di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Duel ini akan dimulai pukul 20.15 WIB dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di TVRI, iNews TV, dan live streaming Vision+.
Pertarungan final ini tidak hanya soal gengsi dua provinsi besar di Indonesia, tapi juga soal sejarah emas yang pernah mereka raih di ajang PON sebelumnya. Jawa Barat terakhir kali merebut emas pada PON 2016, saat era Febri Hariyadi dan kawan-kawan memimpin skuad.
Sementara Jawa Timur meraih emas pada PON 2008 yang diperkuat oleh Rendy Irawan dan kawan-kawan. Final ini juga menjadi kali pertama bagi kedua provinsi tersebut untuk kembali bertarung di laga puncak setelah sekian lama.
Di sisi lain, sebelum laga final, akan tersaji pula pertandingan perebutan tempat ketiga antara tuan rumah Aceh melawan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang akan kick-off lebih awal pada pukul 16.15 WIB. Pertandingan ini juga tak kalah menarik, mengingat kedua tim memiliki semangat kuat untuk menutup perjalanan di PON 2024 dengan medali perunggu.
Jawa Timur melaju ke final dengan penampilan yang cukup meyakinkan. Skuad asuhan Fachri Husaini ini berhasil menaklukkan tuan rumah Aceh dalam laga dramatis dengan skor 3-2 pada semifinal. Sebelumnya, mereka juga sukses menyingkirkan Nusa Tenggara Timur (NTT) di babak perempat final dengan kemenangan 1-0.
Secara keseluruhan, penampilan Jatim di PON 2024 bisa dibilang konsisten. Mereka belum sekali pun kalah dalam ajang ini, dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup. Skuad Jatim yang solid dan kompak, ditambah kepemimpinan Fachri yang sudah berpengalaman membawa Timnas U-16 Indonesia berprestasi, membuat mereka menjadi tim yang layak berada di partai puncak PON kali ini.
Fachri Husaini sendiri tak segan mengungkapkan rasa puasnya terhadap penampilan anak asuhnya. Dia menilai, timnya sudah memberikan penampilan terbaik, dan mereka layak berada di final. “Saya sangat mengapresiasi semua pemain Jawa Timur. Mereka bermain dengan penuh kepercayaan diri, semangat, dan kekompakan. Mereka layak menang malam ini dan layak masuk ke final. Sekarang kami fokus penuh untuk meraih medali emas di PON,” ujar Fachri, dikutip dari laman Kemenpora RI.
Sementara itu, Jawa Barat juga tak kalah berjuang keras untuk mencapai final. Berbeda dengan Jatim, Jabar harus melewati dua laga fase knock-out dengan penuh drama adu penalti. Di perempat final, mereka berhasil menyingkirkan Sumatera Utara (Sumut) melalui adu penalti setelah laga berakhir 1-1 dalam waktu normal.
Hal yang sama terjadi pada semifinal saat mereka bertarung melawan Kalimantan Selatan (Kalsel), di mana Jabar kembali menang melalui adu penalti dengan skor 5-4 setelah 90 menit pertandingan berakhir imbang tanpa gol.
Pelatih Jawa Barat, Dindin ‘Gultom’ Wahyudin mengakui bahwa jalur yang ditempuh timnya untuk menuju final sangat berat. Dua kali adu penalti dalam waktu yang berdekatan tentu menguras fisik para pemain.
Meski demikian, Dindin tetap optimistis timnya mampu tampil maksimal di laga final. Dia juga menambahkan bahwa sejak awal timnya sudah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk skenario adu penalti.
“Sebenarnya kami tidak ada target untuk drama penalti, kami inginkan menang di pertandingan supaya tidak terlalu capek,” ujar Dindin.
Dindin juga menyatakan Jawa Barat sejak awal tidak diunggulkan, meski timnya memiliki tradisi yang cukup baik di PON. Namun, dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, Jabar berhasil melangkah ke final. “Tetapi, sepak bola itulah yang terjadi. Alhamdulillah karena dari sebelum-sebelumnya, waktu di sini atau sebelum di sini pun kami sudah melakukan persiapan hal itu terkait adu penalti dan lain-lain,” tuturnya.
Sementara itu, perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Aceh melawan Kalimantan Selatan. Aceh yang berstatus sebagai tuan rumah tentu merasa kecewa setelah gagal melangkah ke final. Mereka kalah dari Jawa Timur di semifinal dengan skor tipis 3-2, meskipun tampil cukup impresif di sepanjang turnamen.
Pelatih Aceh, Rasiman, mengaku bertanggung jawab atas kegagalan timnya melaju ke final. Dia menyatakan timnya sudah tampil maksimal dan berusaha sebaik mungkin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
