Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 20.15 WIB

Krisis Gelandang Bertahan Persebaya Surabaya, Imbas Tindakan Emosional dan Lepas Kendali Andre Oktaviansyah

Kartu merah Andre Oktaviansyah (kiri) membuat Paul Munster harus menyiasati krisis gelandang bertahan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7) - Image

Kartu merah Andre Oktaviansyah (kiri) membuat Paul Munster harus menyiasati krisis gelandang bertahan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram/@andreoktvn7)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya baru saja meraih kemenangan penting pada pekan keempat Liga 1 Indonesia 2024/2025 setelah menaklukkan Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Sabtu (14/9).

Namun, kemenangan tersebut menyisakan persoalan serius di lini tengah tim asuhan Paul Munster. Masalah ini muncul setelah Andre Oktaviansyah, salah satu gelandang bertahan Persebaya Surabaya, menerima kartu merah langsung di masa tambahan waktu, tepatnya pada menit ke-90+8. Insiden ini menjadi perhatian khusus bagi Paul Munster, terutama karena stok gelandang bertahan di Persebaya Surabaya saat ini sangat terbatas.

Dalam laga tersebut, tidak hanya Andre Oktaviansyah yang mendapat peringatan dari wasit. Sebelumnya, tiga pemain Persebaya Surabaya lainnya juga harus berhati-hati setelah menerima kartu kuning, yakni Malik Risaldi pada menit ke-56, Flavio Silva pada menit ke-69, dan Riswan Lauhin pada menit ke-90. Akumulasi kartu dalam satu pertandingan ini jelas membuat Paul Munster cemas, meskipun dia menegaskan bahwa masalah ini masih bisa dikendalikan.

"Saya sudah berbicara dengan mereka secara pribadi mengenai situasi ini. Jadi, ini bukan hal yang besar. Tapi, mereka akan belajar dari hal ini untuk lebih berhati-hati," ujar Paul Munster dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Pelatih berpaspor Irlandia Utara itu juga menekankan bahwa aksi Andre Oktaviansyah yang memukul pemain Persita di bagian belakang tubuhnya adalah tindakan emosional yang tidak terkontrol di akhir laga.

Meski demikian, Paul Munster tak lantas menyalahkan Andre Oktaviansyah sepenuhnya. Sang pelatih bahkan memberi pembelaan terhadap pemainnya dengan menyatakan bahwa Andre Oktaviansyah bukanlah tipe pemain yang sering melakukan pelanggaran keras atau merugikan tim.

"Saya tahu Andre bukan tipe pemain yang melakukan pelanggaran kartu merah seperti itu. Saya tahu dia pemain yang baik. Sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal seperti itu, dan tidak akan melakukannya lagi," tambah Paul Munster.

Namun, masalah tidak berhenti di situ. Kartu merah yang diterima Andre Oktaviansyah menambah keruh situasi lini tengah Persebaya Surabaya yang sudah terguncang akibat cedera yang menimpa Muhammad Hidayat, salah satu gelandang bertahan utama Green Force. Dengan absennya Andre Oktaviansyah, stok gelandang bertahan Persebaya Surabaya kini hanya tersisa dua pemain yang benar-benar siap tampil: Gilson Costa dan Mohammed Rashid.

Gilson Costa, gelandang asal Portugal yang selalu menjadi starter di tiga laga awal Liga 1 Indonesia musim ini, kini harus dihadapkan pada tugas berat untuk menjaga keseimbangan lini tengah Persebaya Surabaya. Namun, ada satu kekhawatiran besar yang membayangi Paul Munster: Gilson Costa belum pernah tampil penuh selama 90 menit dalam satu pertandingan penuh musim ini.

Tercatat, Gilson Costa selalu digantikan oleh pemain lain pada menit ke-68 hingga menit ke-82 dalam empat laga yang sudah dijalani. Di pekan pertama, Gilson Costa ditarik keluar pada menit ke-62, di pekan kedua pada menit ke-76, di pekan ketiga pada menit ke-77, dan terakhir di pekan keempat pada menit ke-82.

Kondisi ini tentu menambah dilema bagi Paul Munster. Meski Gilson Costa merupakan gelandang bertahan yang tangguh, fisiknya yang belum sepenuhnya optimal membuat Paul Munster harus berhitung cermat dalam menentukan strategi.

Dengan Andre Oktaviansyah yang absen karena sanksi kartu merah dan Muhammad Hidayat yang belum pulih 100 persen dari cederanya, Paul Munster harus mencari opsi lain untuk menjaga stabilitas di lini tengah, terutama jika Gilson Costa harus ditarik keluar lebih awal.

Sementara itu, Mohammed Rashid yang menjadi tandem Gilson Costa di beberapa laga terakhir mungkin akan terus menjadi andalan. Gelandang asal Palestina ini dikenal memiliki determinasi tinggi dan kemampuan bertahan yang solid, namun Paul Munster perlu memastikan adanya pelapis yang dapat diandalkan jika salah satu dari mereka harus absen atau ditarik keluar.

Dalam situasi yang serba darurat ini, Paul Munster dipaksa untuk berpikir kreatif dalam menyusun formasi. Salah satu opsi yang mungkin akan diambil oleh Paul Munster adalah menempatkan bek tengah sebagai gelandang bertahan, seperti yang pernah dia lakukan di klub-klub sebelumnya. Opsi ini tentu menjadi pertaruhan, tetapi dalam kondisi darurat, Paul Munster tak punya banyak pilihan.

Riswan Lauhin, yang biasanya ditempatkan sebagai bek tengah, bisa saja dipindah ke posisi gelandang bertahan. Riswan Lauhin, meski bukan pemain yang terbiasa bermain di posisi tersebut, memiliki kemampuan fisik dan disiplin bertahan yang cukup baik.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore