Mohammed Rashid saat memperkuat East Bengal FC di Liga India. (Instagram @moerashid95)
JawaPos.com — Nasib tragis tengah menimpa Mohammed Rashid, mantan gelandang andalan Persebaya Surabaya dan Persib Bandung. Setelah meninggalkan Indonesia dengan harapan bisa meniti karier lebih tinggi di luar negeri, kini perjalanan pemain asal Palestina itu justru menemui jalan buntu di Liga India.
Rashid resmi bergabung dengan East Bengal FC pada 18 Juli lalu dengan penuh optimisme. Klub legendaris India itu dianggap sebagai batu loncatan bagi Rashid untuk membuktikan kualitasnya di level Asia.
Namun harapan tersebut berubah jadi kekecewaan mendalam. Liga Super India musim 2025/2026 belum juga dimulai hingga pertengahan November, membuat Rashid dan ratusan pemain lainnya terkatung-katung tanpa kejelasan.
Awalnya, kompetisi kasta tertinggi sepak bola India itu dijadwalkan bergulir pada Oktober 2025. Namun, rencana itu terus diundur dan diproyeksikan baru dimulai pada Desember mendatang, lalu berakhir pada Mei tahun depan.
Penundaan ini disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, penyelenggara ingin menyesuaikan jadwal liga dengan kalender Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Kedua, ada masalah pelik dalam kontrak komersial antara pihak penyelenggara Football Sports Development Limited (FSDL) dengan Federasi Sepak Bola India (AIFF).
FSDL memiliki kontrak penyelenggaraan liga hingga Desember 2025, namun hingga kini belum ada kepastian soal perpanjangan kerja sama tersebut.
Kondisi ini membuat situasi kompetisi menjadi menggantung. Klub dan pemain pun tidak bisa berbuat banyak selain menunggu keputusan dari federasi.
Mohammed Rashid menjadi salah satu pemain yang paling vokal menyoroti situasi ini. Melalui akun Instagram pribadinya, pemain berusia 30 tahun itu mencurahkan isi hatinya yang penuh kekecewaan dan frustrasi.
Dalam unggahannya, Rashid menulis pesan terbuka mewakili keresahan para pemain Liga Super India. Ia berharap pihak-pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar kompetisi bisa dimulai sesegera mungkin.
“Kami, para pesepak bola profesional di Liga Super India, bersatu untuk menyampaikan permohonan. Sederhananya, kami ingin bermain, dan sekarang juga,” tulis Rashid dalam pernyataannya.
Ia menggambarkan kondisi batin para pemain yang kini di ambang keputusasaan. Mereka kehilangan gairah dan motivasi karena tidak bisa bermain di lapangan seperti biasanya.
“Kemarahan, frustrasi, dan kesedihan kini tergantikan oleh keputusasaan untuk memainkan olahraga yang kami cintai. Kami ingin tampil di depan keluarga, penggemar, dan semua orang yang berarti bagi kami,” lanjut Rashid.
Ungkapan itu menggambarkan betapa dalam rasa kecewa Rashid terhadap situasi yang terjadi di India. Ia tak hanya bicara untuk dirinya, tapi juga untuk seluruh pemain yang senasib.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022