
Marselino Ferdinan (kiri) salah satu mantan pemain kompetisi internal Persebaya yang kini membela Timnas Indonesia. Marselino dikenal luas publik sepak bola Tanah Air. (Instagram/@hariono24.ho)
JawaPos.com — Ketika berbicara tentang kontribusi klub dalam perkembangan sepak bola nasional, tak bisa dilepaskan dari kiprah Persebaya Surabaya. Klub berjuluk Green Force ini tidak hanya memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola Indonesia, tetapi juga kontribusi besar dalam menyuplai pemain-pemain berkualitas untuk Timnas Indonesia, terutama pada era 1970-an.
Tak hanya satu atau dua pemain, ada banyak talenta yang lahir dari kompetisi internal Persebaya Surabaya yang mengisi skuad timnas di berbagai periode.
Nama-nama seperti Jacob Sihasale, Andjiek Ali Nurdin, Rusdy Bahalwan, Rudy William Keltjes, hingga Djoko Malis adalah contoh nyata betapa kuatnya pembinaan sepak bola yang dilakukan Persebaya Surabaya melalui kompetisi internalnya.
Para pemain ini tidak hanya menjadi andalan Persebaya Surabaya, tetapi juga ikut mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional pada era 1970-an.
Generasi demi generasi terus bermunculan dari rahim kompetisi internal Persebaya Surabaya. Setelah era 1970-an, muncul lagi talenta seperti Mustaqim, Syamsul Arifin, Putu Yasa, Maura Hally, Budi Yohanes, Yongki Kastanya, dan Yusuf Ekodono yang memperkuat Persebaya Surabaya ketika menjuarai kompetisi Perserikatan 1987/1988.
Kejayaan Persebaya Surabaya saat itu tidak lepas dari kontribusi kompetisi internal yang selalu memunculkan pemain-pemain potensial.
Tidak berhenti di situ, generasi berikutnya seperti Uston Nawawi, Anang Maruf, dan Bejo Sugiantoro terus menjaga tradisi Persebaya Surabaya sebagai klub yang selalu menyuplai pemain untuk timnas.
Sampai era modern, pemain-pemain muda berbakat seperti Andik Vermansah, Evan Dimas, Rachmat Irianto, Rizky Ridho, dan Marselino Ferdinan kembali menjadi andalan tim nasional Indonesia.
Bahkan, pemain seperti Toni Firmansyah yang kini membela Timnas Indonesia U-19 di bawah arahan Indra Sjafri juga lahir dari kompetisi internal Persebaya Surabaya.
Poin menarik yang menjadi perhatian adalah konsistensi dari kompetisi internal Persebaya Surabaya ini. Kompetisi internal ini selalu berputar tanpa henti, bahkan saat dualisme sepak bola Indonesia terjadi pada 2010.
Di saat banyak klub dan kompetisi lain mengalami kesulitan, Persebaya Surabaya dengan 20 klub anggotanya tetap berkomitmen memutar kompetisi secara swadaya.
"Bahkan, ketika dualisme dan klub-klub dibekukan, kompetisi internal tetap berjalan. Tak pernah satu tahun pun berhenti berputar," kata Saleh Hanifah, Direktur Bidang Amatir Persebaya Surabaya kala itu dikutip dari koran Jawa Pos edisi 13 Juni 2017.
Komitmen untuk terus menggelar kompetisi ini menjadi kekuatan utama yang membuat Persebaya Surabaya selalu memiliki stok pemain berkualitas.
Kompetisi ini tidak hanya penting bagi Persebaya Surabaya, tetapi juga bagi para pemain muda yang membutuhkan wadah untuk terus berkembang. "Karena kalau berhenti, yang dikorbankan adalah pemain. Tanpa kompetisi, berarti tidak ada wadah untuk bertanding dan untuk apa berlatih," tambah Saleh Hanifah.
Konsistensi ini juga diamini oleh Hendrik Peter dari Bidang Pembinaan Persebaya Surabaya kala itu. Menurutnya, kompetisi yang berjalan rutin setiap tahun adalah kunci dari keberhasilan Persebaya Surabaya dalam menelurkan banyak pemain berbakat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
