
Gali Freitas (kanan) jadi salah satu komoditas paling panas di Liga 1 yang berasal dari ASEAN, tepatnya Timor Leste. (Instagram/@galifreitas21)
JawaPos.com — Liga 1 Indonesia semakin ramai dengan kehadiran pemain-pemain dari ASEAN, menyusul perubahan peraturan mengenai komposisi pemain asing.
Kini, klub-klub Liga 1 memiliki kuota hingga delapan pemain asing, dengan syarat dua di antaranya harus berasal dari Asia. Semua pemain asing dapat masuk dalam daftar susunan pemain, namun hanya enam yang bisa menjadi starting eleven (5+1), dan aturan juga menetapkan bahwa pemain asing harus digantikan oleh pemain asing dan pemain Asia harus digantikan oleh pemain Asia.
Dengan perubahan ini, pemain-pemain ASEAN mulai menunjukkan taringnya di Liga 1. Namun, dari deretan nama-nama besar yang berlaga di Indonesia, tak satu pun berasal dari negara tetangga, Malaysia. Berikut adalah daftar lima pemain ASEAN termahal di Liga 1 Indonesia berdasarkan harga pasar mereka.
Elias Dolah adalah pemain bertahan asal Thailand yang kini memperkuat Bali United. Dengan harga pasaran mencapai Rp6,08 miliar, Dolah menjadi pemain ASEAN termahal di Liga 1 Indonesia. Meski hanya ada satu pemain Thailand di liga ini, persentase pemain Thailand di Liga 1 mencapai 0,8%. Dolah dikenal sebagai bek tengah yang tangguh, dan kehadirannya di lini belakang Bali United memberikan stabilitas dan kekuatan defensif yang signifikan.
Privat Mbarga, pemain sayap kanan asal Kamboja, juga membela Bali United. Dengan harga pasaran Rp4,35 miliar, Mbarga menempati posisi kedua dalam daftar pemain ASEAN termahal di Liga 1. Jumlah pemain Kamboja di Liga 1 ada dua, dengan persentase 1,7%. Mbarga dikenal dengan kecepatannya dan kemampuan dalam mengirim umpan-umpan matang, menjadikannya ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Penjaga gawang asal Filipina, Kevin Ray Mendoza, memperkuat Persib Bandung. Dengan nilai pasar Rp4,35 miliar, Mendoza menjadi salah satu kiper terbaik di Liga 1. Jumlah pemain Filipina di Liga 1 juga ada dua, dengan persentase 1,7%. Mendoza dikenal dengan refleksnya yang cepat dan kemampuan mengendalikan area kotak penalti, membuatnya menjadi pilar utama di lini belakang Persib Bandung.
Paulo Gali, pemain sayap kiri asal Timor-Leste, bermain untuk PSIS Semarang. Dengan harga pasaran Rp4,35 miliar, Gali Freitas menjadi pemain Timor Leste satu-satunya di Liga 1, dengan persentase 0,8%. Gali terkenal dengan kemampuan dribbling dan kecepatannya, serta sering menjadi inisiator serangan dari sisi kiri lapangan.
Charles Lokolingoy adalah penyerang tengah asal Australia yang bermain untuk Arema FC. Dengan nilai pasar Rp3,91 miliar, Lokolingoy menjadi satu-satunya pemain Australia di Liga 1 musim depan, dengan persentase 0,8%. Lokolingoy dikenal sebagai striker yang kuat secara fisik dan memiliki insting mencetak gol yang tajam, menjadikannya ancaman utama bagi lini pertahanan lawan.
Meski Liga 1 kini diwarnai oleh pemain-pemain berkualitas dari berbagai negara ASEAN, nama-nama dari Malaysia tampaknya belum berhasil mencuri perhatian di kancah sepak bola Indonesia. Hal ini mungkin menjadi bahan introspeksi bagi sepak bola Malaysia untuk terus meningkatkan kualitas pemain dan bersaing dengan pemain-pemain dari negara-negara tetangga lainnya.
Kehadiran pemain-pemain ASEAN di Liga 1 Indonesia tidak hanya meningkatkan persaingan di dalam lapangan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi klub-klub yang mereka bela. Pemain seperti Elias Dolah dan Privat Mbarga membawa pengalaman dan keterampilan yang mampu mengangkat performa tim secara keseluruhan. Mereka juga menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda Indonesia untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, pemain-pemain seperti Kevin Ray Mendoza dan Paulo Gali juga berperan penting dalam mengangkat nama Liga 1 di kancah sepak bola ASEAN. Kualitas permainan yang mereka tunjukkan di lapangan membuat Liga 1 semakin dilirik oleh pemain-pemain asing yang ingin mengembangkan karier mereka di Asia Tenggara.
Dampak Positif dan Tantangan ke Depan
Dengan adanya kuota pemain asing yang mengakomodasi pemain dari Asia, Liga 1 Indonesia mampu menarik minat pemain-pemain berkualitas dari berbagai negara. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap kualitas kompetisi dan daya tarik liga. Namun, di sisi lain, klub-klub juga harus bijak dalam memilih pemain asing agar dapat memberikan kontribusi maksimal dan tidak hanya menjadi beban finansial.
Ke depan, Liga 1 diharapkan dapat terus meningkatkan kualitasnya dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, pengembangan pemain-pemain muda lokal juga harus tetap menjadi prioritas agar Indonesia dapat mencetak talenta-talenta baru yang mampu bersaing di level internasional.
Dengan langkah-langkah yang tepat, Liga 1 Indonesia bisa terus berkembang menjadi salah satu liga terkuat di Asia Tenggara. Para pemain ASEAN yang kini berlaga di Liga 1 menjadi bukti bahwa kompetisi ini memiliki daya tarik tersendiri dan mampu menjadi platform bagi pemain-pemain berbakat untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
