Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Juni 2024 | 23.55 WIB

Madura United Dikabarkan Rekrut Pelatih Widodo Cahyono Putro, Berikut Komentar Netizen

Langkah perburuan mulai dilakukan Madura United untuk bisa bersaing di Asia Musim depan dengan rumor perekrutan pelatih Widodo Cahyono Putro. (Instagram/@widodocp7) - Image

Langkah perburuan mulai dilakukan Madura United untuk bisa bersaing di Asia Musim depan dengan rumor perekrutan pelatih Widodo Cahyono Putro. (Instagram/@widodocp7)

JawaPos.com — Madura United, salah satu tim sepak bola Indonesia yang kerap menunjukkan prestasi di kancah domestik, kembali menjadi sorotan. Kali ini, klub asal Pulau Garam tersebut dikabarkan merekrut Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala, di mana mereka akan berlaga di AFC Challenge League musim 2024/2025.

Kabar ini mencuat melalui akun Instagram @transfernews_ft, yang menyebut bahwa Widodo, pelatih berusia 53 tahun, akan menukangi Laskar Sape Kerrab.

Widodo Cahyono Putro, yang musim lalu menangani Deltras Sidoarjo di Liga 2, dikenal sebagai pelatih yang berpengalaman di kancah sepak bola nasional. Setelah sukses bersama Deltras, dia pindah ke Arema FC dan berhasil menyelamatkan klub tersebut dari ancaman degradasi.

Sementara statistik Widodo bersama Deltras mencatatkan 18 laga dengan 7 kemenangan, 7 imbang, dan 4 kekalahan. Sedangkan bersama Arema FC, Widodo membawa timnya meraih 5 kemenangan, 2 imbang, dan hanya 3 kali menelan kekalahan dari 10 laga yang dijalani.

Namun, kabar ini tidak serta merta disambut hangat oleh semua pihak, terutama para netizen yang memberikan berbagai tanggapan melalui kolom komentar. Beberapa komentar menunjukkan keraguan dan pesimistis terhadap kemampuan Widodo dalam membawa Madura United bersaing di level Asia. “Klo emang betul ini pelatihnya. Ku yakin di asia dan di liga 1 akan jadi bulan bulanan madura,” ujar salah satu netizen yang meragukan kapabilitas Widodo di level internasional.

omentar lainnya juga tak kalah pesimistis, “Semoga gk Welcome liga 2 madura,” tulis netizen lain yang khawatir Madura United akan terdegradasi ke Liga 2. Tak sedikit yang menyarankan nama lain untuk menjadi pelatih, seperti “@maduraunited.fc mending rahmat basuki,” atau bahkan mencibir keputusan klub, “Otw liga 2 ini masuk asia loh. Kok ini pelatihnya, rugi dong.”

Ada pula komentar yang menyoroti strategi Madura United yang dianggap kurang serius dalam persiapan menghadapi kompetisi Asia, “Mau tampil di AFC cup, pemain inti sebagian besar dilepas. Sekarang ngambil pelatih tarkam. Macem mana mau bersaing dengan klub tetangga, lawak bener klub Indonesia tiap musim ganti pemain dan ganti pelatih.”

Komentar ini mencerminkan kekecewaan sebagian suporter yang merasa klub tidak memperlihatkan ambisi yang serius untuk bersaing di level Asia.

Kritikan juga datang dari netizen yang menyayangkan langkah klub dalam memilih pelatih, “Kegundahan supporter wakil Asia biar dongkrak ranking kompetisi malah jadi badut (gantiin Bali), please serius dong buat kompetisi Asia @maduraunited.fc.”

Kekecewaan ini sangat jelas menunjukkan harapan yang tinggi dari para penggemar terhadap performa Madura United di kompetisi Asia.

Meskipun demikian, ada juga yang mencoba melihat sisi positif dari penunjukan Widodo sebagai pelatih, “Statistik yang bagus, coach.” Sebuah komentar yang mengapresiasi rekam jejak Widodo selama melatih tim-tim sebelumnya.

Namun, suara minor ini tenggelam di antara gelombang kritikan yang mendominasi kolom komentar. Kritikan demi kritikan yang dilontarkan oleh para netizen seakan mencerminkan sebuah pesan bahwa ekspektasi terhadap Madura United sangat tinggi, terutama saat mereka harus menghadapi tantangan di kancah Asia.

Widodo Cahyono Putro diharapkan bisa membuktikan bahwa dirinya mampu membawa Madura United berprestasi. Tidak hanya di level domestik, tetapi juga di tingkat internasional.

Penunjukan Widodo sebagai pelatih memang menjadi sebuah langkah berani bagi manajemen Madura United. Meskipun banyak pihak meragukan, rekam jejak Widodo di klub-klub sebelumnya menunjukkan bahwa dia memiliki kapasitas untuk mengangkat performa tim.

Tantangan terbesar Widodo adalah mengubah keraguan menjadi keyakinan, baik bagi para pemain, manajemen, maupun para suporter yang setia mendukung Laskar Sape Kerrab.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore