
DUET MAUT: Evan Dimas berpotensi duet bersama playmaker Persebaya Surabaya Ze Valente di Persik Kediri. (Instagram Evan Dimas)
JawaPos.com — Persik Kediri sedang bersiap menyambut musim baru Liga 1 dengan penuh optimistis. Salah satu alasan utama di balik antusiasme ini adalah potensi kedatangan dua gelandang berbakat yang diharapkan mampu mengubah wajah lini tengah mereka: Evan Dimas dan playmaker Persebaya Surabaya, Ze Valente.
Evan Dimas, mantan gelandang tengah timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri, berpeluang besar meninggalkan Arema FC pada 30 Juni 2024. Gelandang berusia 29 tahun itu dikabarkan sedang dalam proses transfer ke Persik Kediri.
Klub berjuluk Macan Putih itu sedang mengincar Evan Dimas untuk memperkuat tim mereka menghadapi musim depan. Berdasarkan kabar terbaru, Evan Dimas sudah sepakat secara lisan dengan tawaran yang diajukan oleh Persik Kediri.
Di musim reguler Liga 1 musim 2023/2024, Persik Kediri hanya berhasil finish di peringkat kesembilan. Posisi ini tentu bukan yang diharapkan oleh tim dan pendukung setia mereka. Oleh karena itu, langkah memperkuat lini tengah dengan mendatangkan pemain sekelas Evan Dimas adalah keputusan strategis yang sangat diperlukan. Selain Evan Dimas, Persik Kediri juga sedang berusaha mendapatkan jasa Dimas Darmono, mantan pemain timnas Indonesia lainnya.
Evan Dimas sebelumnya dipinjamkan selama setengah musim ke PSIS Semarang. Di sana, dia tampil dalam 14 laga dan berhasil mencetak satu gol untuk tim yang berjuluk Mahesa Jenar itu. Selama di Arema FC musim ini, Evan Dimas hanya bermain dalam enam laga tanpa mencetak gol. Dengan menit bermain yang berkurang di Arema FC, keputusan untuk meminjamkan Evan Dimas ke PSIS Semarang selama setengah musim menjadi solusi yang baik.
Performa Evan Dimas bersama PSIS Semarang di Liga 1 Indonesia 2023/24 cukup impresif. Dalam 14 pertandingan yang dia mainkan, Evan memulai sebagai starter dalam tujuh laga dengan rata-rata bermain 39 menit per pertandingan. Dalam hal menyerang, dia mencetak satu gol dengan frekuensi gol setiap 547 menit. Evan juga memiliki rata-rata 0,6 tembakan per pertandingan, dengan 0,4 di antaranya tepat sasaran. Dalam hal distribusi bola, Evan mencatatkan akurasi umpan sebesar 93% dengan rata-rata 19 umpan akurat per pertandingan. Dia juga melakukan 1,5 umpan panjang dengan akurasi 78%.
Di sisi pertahanan, Evan menunjukkan keterampilannya dengan mencatatkan 0,5 intersepsi dan 2,4 bola yang berhasil direbut per pertandingan. Dia juga mencatatkan rata-rata 1,1 kali dilewati lawan per pertandingan, serta 0,07 kali sapuan bola.
Statistik lain menunjukkan bahwa Evan berhasil melakukan 0,2 dribel sukses dengan persentase keberhasilan 50%, memenangkan 1,6 duel total dengan persentase keberhasilan 35%, serta memenangkan 0,1 duel udara dengan persentase 33%.
Dirinya juga mencatatkan rata-rata 0,4 pelanggaran dan 0,2 kali dilanggar per pertandingan. Dari segi disiplin, Evan hanya menerima satu kartu kuning tanpa kartu merah.
Jika transfer ini benar-benar terjadi, Evan Dimas akan berduet dengan Ze Valente, playmaker Persebaya Surabaya yang kembali dipinjamkan ke Persik Kediri. Duet ini diharapkan mampu menebar ancaman ke klub-klub Liga 1 musim depan.
Ze Valente dikenal sebagai pemain yang memiliki visi permainan yang brilian, umpan-umpan akurat, serta kemampuan mengatur tempo permainan. Kombinasi antara pengalaman dan keterampilan Evan Dimas serta kreativitas Ze Valente diyakini akan menjadi kekuatan baru bagi Persik Kediri.
Potensi duet maut ini tentu saja menarik perhatian banyak pihak. Evan Dimas, dengan segala pengalamannya di berbagai klub dan timnas, serta Ze Valente yang sempat menjadi jenderal lapangan tengah Persebaya, bisa menjadi kombinasi yang mematikan. Keduanya memiliki kemampuan untuk saling melengkapi: Evan dengan gaya permainannya yang dinamis dan kemampuan bertahan yang kuat, serta Ze Valente dengan kreativitas dan visi permainannya yang tajam.
Selain itu, kehadiran dua pemain ini juga akan memberikan dampak positif bagi rekan-rekan setim mereka. Pemain muda di Persik Kediri akan memiliki anutan yang dapat mereka pelajari, sementara pemain senior akan mendapat rekan setim yang dapat meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Tidak hanya di atas kertas, potensi duet ini juga bisa membawa dampak signifikan di lapangan. Kombinasi skill individu, pengalaman, serta kerja sama tim yang solid bisa menjadi faktor penentu dalam pertandingan-pertandingan krusial. Para pendukung Persik Kediri tentu berharap bahwa kedatangan Evan Dimas dan Ze Valente akan membawa tim mereka ke posisi yang lebih tinggi di klasemen Liga 1 musim depan.
Antusiasme ini juga dirasakan oleh para pendukung Persik Kediri yang sudah tidak sabar menyaksikan aksi duet ini di lapangan. Mereka berharap kombinasi Evan Dimas dan Ze Valente akan membawa perubahan besar dalam permainan tim, membawa kemenangan demi kemenangan, dan akhirnya mengantarkan Persik Kediri meraih prestasi yang lebih baik di musim depan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
