
NATURALISASI: Ragnar Oratmangoen dikabarkan akan ditemani oleh Ilias Alhaft dan Ole Romeny untuk memberikan daya gedor Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. (Instagram Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny)
JawaPos.com — Timnas Indonesia U-23 berpotensi memiliki trio striker mematikan dengan rekam jejak impresif di kompetisi Eropa, menghasilkan total lebih dari 80 gol, jika dua pemain keturunan ini berhasil dinaturalisasi oleh PSSI.
Saat ini, gencar mencari pemain keturunan untuk memperkuat skuad, PSSI memiliki harapan besar bahwa kehadiran para pemain keturunan ini dapat membantu tim mengatasi dua laga tersisa dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Vietnam, Timnas Indonesia telah menambah kekuatan dengan kehadiran empat pemain keturunan baru, antara lain Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, dan Ragnar Oratmangoen.
Kehadiran mereka membantu Timnas Indonesia meraih kemenangan beruntun melawan Vietnam, menjadikan tim berada di posisi kedua dalam klasemen Grup F, dengan peluang besar untuk lolos ke putaran berikutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Demi memenuhi target tersebut, PSSI tengah fokus pada penguatan lini depan dengan pemain keturunan. Meskipun belum ada kepastian mengenai siapa pemain yang akan dinaturalisasi, data menunjukkan bahwa Timnas Indonesia berpotensi memiliki trio striker yang sangat kuat jika dua pemain ini berhasil direkrut.
Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah Ilias Alhaft, pemain berdarah Surakarta yang bermain sebagai winger FC Noah di Liga Armenia. Musim ini, Alhaft telah mencetak 6 gol dalam 26 pertandingan di berbagai ajang kompetisi. Total, Ilias Alhaft telah mengemas 40 gol selama kariernya di kompetisi Eropa, dengan 34 gol di Liga Belanda dan 6 gol di Liga Armenia.
Heatmap Ilias Alhaft
Penampilan mencolok Ilias Alhaft bersama FC Noah musim 2023/2024 telah menarik perhatian sebagai harapan baru bagi Timnas Indonesia. Dalam 25 pertandingan yang dimainkan, Ilias Alhaft tampil sebagai starter dalam 20 pertandingan dengan rata-rata 73 menit bermain per laga. Meskipun mencetak lima gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 364 menit, kontribusinya lebih dari sekadar itu. Dengan rata-rata 1.6 percobaan tembakan per pertandingan, dia memiliki tingkat konversi gol sebesar 12%.
Selain itu, Ilias Alhaft juga terlibat dalam memberikan umpan penting dengan mencatat delapan assist dan satu umpan kunci per pertandingan dengan akurasi passing mencapai 78%. Meskipun tidak terlalu kuat dalam umpan panjang dengan hanya 0.2 yang akurat per pertandingan, dia tetap memberikan kontribusi dengan 0.8 crossing yang akurat.
Di sisi pertahanan, Alhaft juga terlibat dengan 1.1 intersepsi dan 2.8 bola yang berhasil direbut per pertandingan, meskipun dia dapat ditembus oleh lawan sebanyak 1.5 kali per pertandingan. Meskipun memiliki sedikit kesalahan yang menyebabkan lawan mencetak gol, dia memperlihatkan keahlian dalam menggiring bola dengan 3.5 dribel sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 75%.
Dalam duel fisik, dia berhasil memenangkan 38% dari total duel yang dia ikuti, dengan catatan 0.3 duel udara yang dimenangkan dari total 30%. Secara keseluruhan, penampilan Ilias Alhaft menjanjikan dan bisa menjadi tambahan berharga bagi Timnas Indonesia dengan kontribusi yang beragam di berbagai aspek permainan.
Selain Ilias Alhaft, ada juga Ole Romeny, striker keturunan Medan yang tajam di Liga Belanda. Romeny telah mencetak 12 gol dalam ajang Eredivisie serta 13 gol di Keuken Kampioen Divisie dan 2 gol di KNVB Beker. Secara keseluruhan, Romeny telah mengoleksi 27 gol dalam kompetisi resmi selama kariernya.
Heatmap Ole Romeny
Penampilan menjanjikan Ole Romeny bersama FC Utrecht musim 2023/2024 telah menarik perhatian sebagai potensi bintang baru bagi Timnas Indonesia. Dalam 13 pertandingan yang dimainkan, Ole Romeny hanya tampil sebagai starter dalam 4 pertandingan dengan rata-rata 36 menit bermain per laga.
Meskipun hanya mencetak satu gol dengan tingkat konversi sebesar 9%, kontribusinya dalam serangan lebih terlihat dari ekspektasi gol yang mencapai 1.49. Dia mencatatkan rata-rata 0.8 percobaan tembakan per pertandingan dengan 0.4 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Namun, kekurangannya terlihat dari empat peluang besar yang gagal dimanfaatkannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
