
BERPRESTASI: Rachmat Irianto ingin meninggalkan legacy miliknya sendiri dan terlepas dari bayang-bayang Ayahnya, Bejo Sugiantoro. (Instagram Rachmat Irianto)
JawaPos.com — Rachmat Irianto merupakan pemain sepak bola berbakat yang kini menjadi salah satu kekuatan utama di lini tengah Persib Bandung serta Timnas Indonesia. Dengan statistik impresif dan kontribusi yang konsisten di lapangan, Rachmat Irianto telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang bertahan yang tangguh dan andal.
Dilahirkan pada 3 September 1999, Rachmat Irianto kini berusia 24 tahun dan memiliki tinggi badan 175 cm. Dia adalah pemain yang bermain dengan kaki kanan dan memilih nomor punggung 53 di setiap pertandingannya.
Karier sepak bola Rachmat Irianto mencatatkan sejumlah statistik yang mengesankan. Menurut data dari Sofascore, Rachmat Irianto telah bermain sebanyak 21 pertandingan, di mana dia memulainya sebagai starter dalam 14 pertandingan. Rata-rata, dia bermain selama 68 menit setiap pertandingan.
Meskipun posisinya sebagai gelandang bertahan, Rachmat Irianto juga memberikan kontribusi dalam mencetak gol. Dia telah mencatatkan satu gol dan memiliki frekuensi mencetak gol sebanyak 1.432 menit. Rachmat Irianto rata-rata melakukan 0.3 tembakan per game, dengan tingkat konversi gol sebesar 17%.
Heatmap Rachmat Irianto
Selain itu, dalam peranannya sebagai gelandang bertahan, Rachmat Irianto juga menjadi sosok yang kritis dalam mengatur serangan timnya. Dia rata-rata memberikan 0.1 umpan kunci per game, dengan tingkat akurasi umpan sebesar 87%. Rachmat Irianto juga terampil dalam melakukan umpan-umpan panjang, dengan rata-rata satu umpan panjang yang akurat per game, dengan tingkat akurasi sebesar 49%.
Kemampuannya dalam melakukan crossing juga patut diacungi jempol, dengan rata-rata 0.1 crossing yang akurat per game, dengan tingkat akurasi mencapai 67%.
Di sisi pertahanan, Rachmat Irianto juga menunjukkan keandalannya. Dia rata-rata melakukan 2.0 intersepsi per game, dengan mampu merebut bola sebanyak 7.0 kali per game. Namun demikian, dia masih bisa ditembus oleh lawan sebanyak 1.4 kali per game. Meskipun begitu, Rachmat Irianto mampu membersihkan bola dari area pertahanan dengan rata-rata 0.4 clearance per game.
Prestasi Rachmat Irianto juga tergambar dari jumlah duel yang dia menangkan. Dalam setiap pertandingan, dia rata-rata memenangkan 4.0 duel, dengan tingkat keberhasilan mencapai 42%. Dalam duel udara, Rachmat Irianto juga menunjukkan keunggulannya dengan rata-rata memenangkan 0.5 duel udara per game, dengan tingkat keberhasilan mencapai 52%.
Selain itu, Rachmat Irianto juga aktif dalam situasi yang melibatkan pelanggaran. Dia rata-rata melakukan 1.0 pelanggaran per game, sementara dirinya juga menjadi korban pelanggaran sebanyak 1.2 kali per game.
Bapak dua anak tersebut mengaku kepindahannya ke Persib Bandung adalah untuk membangun legacy-nya sendiri dan lepas dari bayang-bayang Bejo Sugiantoro.
“Saya mau bikin legacy (peninggalan) sendiri, seperti itu. Jadi Bejo ya Bejo, Rian ya Rian,” tegas Rian.
Di sisi lain, Rachmat Irianto sempat mendapat tawaran dari Persija Jakarta, sebelum akhirnya memilih Persib Bandung sebagai tujuan kariernya.
Rian menceritakan bahwa dirinya dan Kambuaya sempat ditawar oleh Persija secara bersamaan, dalam posisi tersebut Kambuaya masih bingung dengan pilihannya.
"Kalau Kakak terserah, mau ke Persija apa ke Persib, kalau saya ke Persib. Saya sudah jawab seperti itu, akhirnya Ricky juga ya sudah saya ikut ke Persib saja," jelasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
