
Andik Vermansyah di musim pertamanya bareng Persebaya Surabaya.
Andik Vermansah pernah jadi megabintang di sepak bola Indonesia. Dia segelintir pemain yang bermain di kompetisi luar negeri. Tapi siapa sangka masuknya Andik ke Persebaya menyimpang kisah kontroversi.
Sidiq Prasetyo, Surabaya
WIMBA Sutan Fanosa masih ingat kejadian itu. Bahkan dia sempat tak membayangkan pemain yang masuknya penuh kontroversial itu bisa menjadi megabintang.
"Saya tahu karena saya masuk Persebaya duluan dibandingkan Andik, sekitar 2-3 bulan. Istilahnya sama-sama anak baru di musim 2008," kata Wimba.
Dia masuk bareng dengan almarhum Irfan Hidayatullah. Hanya beda klub di kompetisi internal.
"Saya dari Suryanaga dan Irfan dari Assyabaab. Andik masuk bareng Sunaji (kelak bergabung Arema)," terang Wimba.
Hanya, jelas Wimba, Andik tak bisa berlatih sampai latihan perdana di musim 2008. Alasannya, pelatih Freddy Muli tidak mau dengan pemain yang terakhir membela Persiraja Banda Aceh di Liga 2 musim 2023/2024 itu.
"Tapi ada pengurus sepakbola Jatim dan nasional yang memaksakan masuk. Orang itu ingin Andik dan Rendi (Rendi Irwan, mantan kapten Persebaya) harus bergabung," ujar Wimba yang hanya menulis inisial sosok yang dimaksudnya itu.
Seingatnya, Freddy tidak mau ada intervensi dalam pemilihan pemain saat dia memegang Persebaya Surabaya pada 2008. Apalagi, ketika itu, nama pelatih senior itu tengah melambung usai mengangkat nama PSMS Medan sebagai runner up kompetisi Divisi Utama, kompetisi level tertinggi di masa itu.
"Cuma rezekinya Andik. Pemain di posisi sayap banyak yang cedera. Jadi dia bisa masuk dan main," lanjut Wimba.
Baca Juga: Pemain Bali United Privat Mbarga Kirim Somasi Kepada Oknum Netizen yang Lakukan Ujaran Kebencian
Pemain cedera yang dimaksudnya adalah Arif Ariyanto dan Nurcholis. Ternyata, kesempatan itu bisa dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Andik.
Sebagai pemain cadangan, Andik kemudian berubah menjadi pemain inti. Bahkan dia menjadi pemain andalan Green Force, julukan Persebaya. Sebaliknya dengan Wimba. Dia yang semula disebut sebagai bintang baru malah meredup.
"Di serangkaian uji coba, saya menjadi penyerang paling subur. Melebihi Jairon Feliciano dan Purwanto (dua penyerang inti pilihan Freddy Muli)," ujar Wimba.
Ya dengan penampilannya yang terus naik, Andik mampu mencetak 40 gol selama lima musim (2008-2013). Torehan yang akhirnya membuat dua klub Malaysia kepincut. Di musim 2013-2018, arek kelahiran Jember 23 November 1991 itu membela Selangor dan mencetak 50 gol. Setahun kemudian, 2018/2019, Andik pindah ke Kedah dan 11 kali menjebol gawang lawan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
