Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 22.26 WIB

Membuka Kembali Memori Sarat Gol Aldo ‘Dodo’ Barreto di Awal Kariernya Bersama PSM Makassar

CEMERLANG: Kisah perjalanan Aldo Barreto di Liga Indonesia dari PSM Makassar kemudian berpetualang dan sempat singgah ke Persiba Balikpapan. (X @footballinanews) - Image

CEMERLANG: Kisah perjalanan Aldo Barreto di Liga Indonesia dari PSM Makassar kemudian berpetualang dan sempat singgah ke Persiba Balikpapan. (X @footballinanews)

JawaPos.com — Dalam rentang waktu hampir satu dekade, nama Aldo ‘Dodo’ Barreto telah menancap kuat dalam ingatan para pencinta sepak bola Indonesia, khususnya para pendukung PSM Makassar.

Pria berpaspor Paraguay ini tidak hanya dikenal sebagai ujung tombak yang tajam, tetapi juga sebagai salah satu pemain asing yang meninggalkan jejak berkesan di jagad sepak bola Tanah Air.

Kisah perjalanan karier Aldo Barreto di Indonesia dimulai pada 2006, ketika PSM Makassar di bawah arahan mendiang Henk Wullems mengajukan pinangan kepadanya.

Dodo, sapaan akrab Aldo Barreto, menerima tawaran tersebut dengan tulus hati. Dia datang ke Makassar setelah berkutat di Thailand Premier League bersama BEC Tero Sasana.

Bersamaan dengan kedatangannya, PSM Makassar juga mengorbitkan dua pemain asal Argentina, yaitu Luciano Olier dan Lucas Fernandez, untuk memperkuat lini serang.

Tidak butuh waktu lama bagi Aldo Barreto untuk beradaptasi dengan sepak bola Indonesia. Debutnya dalam balutan jersey merah PSM Makassar pada pertandingan melawan Persmin Minahasa pada 9 April 2006 langsung membuat publik Mattoanging terpikat.

Dalam pertandingan tersebut, Aldo Barreto mencatatkan namanya di papan skor, menambah kegembiraan para suporter dengan kemenangan 3-1 untuk PSM Makassar.

Kemampuan Aldo Barreto dalam mencetak gol segera menjadi sorotan utama. Dengan kerja sama yang apik bersama Ronald Fagundez, Aldo Barreto berhasil mengoleksi total 14 gol dalam 34 penampilannya di musim pertamanya bersama PSM Makassar. Kepiawaian Aldo Barreto tidak hanya terbatas pada Liga Indonesia, namun juga terbukti dalam ajang Piala Indonesia.

Namun, perjalanan Aldo Barreto di PSM Makassar tidak selalu mulus. Setelah kepergian Ronald Fagundez pada musim berikutnya, Aldo Barreto harus menghadapi tantangan baru dalam menemukan tandem yang sepadan.

Meskipun demikian, kontribusinya bagi tim tetap tak terbantahkan. Pada musim 2007, Aldo Barreto berhasil mencetak 16 gol dari 31 penampilannya, meskipun PSM Makassar tidak berhasil melaju jauh dalam kompetisi.

Tantangan terbesar bagi Aldo Barreto muncul pada musim 2008/2009. Tarik ulur antara manajemen dan pemain terkait pemotongan gaji para pemain asing menjadi momen krusial yang akhirnya memaksa Aldo Barreto untuk angkat kaki dari Makassar.

Persisam Samarinda akhirnya menjadi pilihan tempat berlabuh bagi sang striker, meskipun perjalanan menuju kesepakatan tidaklah mudah.

Meskipun hanya bermain setengah musim bersama Persisam, Aldo Barreto tetap menorehkan prestasi gemilang. Kontribusinya berhasil membantu Persisam meraih promosi ke Liga Super setelah menjadi juara Divisi Utama.

Selanjutnya, Aldo Barreto melanjutkan perjalanannya di kancah sepak bola Indonesia dengan membela beberapa klub lainnya, termasuk Bontang FC, Persiba Balikpapan, dan Persegres Gresik United.

Meskipun hanya satu trofi yang berhasil diraih, Aldo Barreto mampu menorehkan dua gelar individu yang menegaskan kualitasnya sebagai salah satu striker terbaik di Tanah Air.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore