Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2024 | 18.40 WIB

Mengenang Budi Johanis, Legenda Persebaya yang Selalu Punya Skenario Sendiri jika Strategi Pelatih Tidak Jalan

LEGENDA: Kiprahnya di sepak bola Indonesia terutama di Persebaya Surabaya telah meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi generasi penerusnya. (Radar Surabaya) - Image

LEGENDA: Kiprahnya di sepak bola Indonesia terutama di Persebaya Surabaya telah meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi generasi penerusnya. (Radar Surabaya)

JawaPos.com — Kepergian Budi Johanis pada Rabu, 3 Maret 2021, telah meninggalkan duka mendalam bagi sepak bola nasional, terutama bagi para penggemar Persebaya Surabaya.

Sebagai salah satu legenda klub, Budi Johanis tidak hanya dikenal sebagai pemain yang tangguh di lapangan, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki strategi sendiri jika formasi pelatih tidak berjalan.

Seger Sutrisno, yang pernah menjadi rekan setim Budi Johanis, menyampaikan penghargaannya terhadap sosok yang telah menjadi anutannya di lapangan.

Meskipun terkenal dengan ketegasannya di atas lapangan, Budi Johanis dikenal sebagai sosok yang peduli dan mengayomi pemain muda. Seger mengingat bagaimana Budi Johanis memberikan arahan padanya saat pertandingan melawan Perseman Manokwari pada era 1980-an, yang akhirnya membantunya berkembang menjadi gelandang tangguh.

"Umur kami memang terpaut cukup jauh. Beliau kelahiran 1957, saya kelahiran 1965. Orangnya memang cukup tegas kalau ngasih tahu ketika di lapangan. Tapi, peduli sama pemain muda. Mengayomi," tuturnya dikutip dari Jawa Pos koran edisi 4 Maret 2021.

“Saya diberi tahu harus bagaimana. Harus tenang. Ya, sejak saat itu, akhirnya saya sering main," imbuhnya.

Di luar lapangan, Budi Johanis adalah sosok yang pendiam dan disiplin. Meskipun tidak banyak bicara, kehadirannya selalu memberikan pengaruh positif bagi tim. Kedisiplinan dan dedikasinya terhadap sepak bola tercermin dalam kesetiaannya membela Persebaya Surabaya dan timnas Indonesia sepanjang kariernya. Hanya membela dua tim sepanjang kariernya menunjukkan betapa totalnya dedikasi Budi Johanis terhadap sepak bola.

"Beliau orangnya disiplin. Kalau latihan gak pernah guyonan. Hasilnya, mainnya bagus. Umpan-umpannya luar biasa. Tendangan bebasnya selalu ditakuti lawan," terang Seger Sutrisno.

"Gak neko- neko orangnya. Memang benar- benar total untuk sepak bola," bebernya.

Muharom Rusdiana, rekan Budi Johanis di Persebaya Surabaya, juga mengungkapkan penghargaannya terhadap sosok legenda tersebut. Menurut Muharom Rusdiana, Budi Johanis adalah gelandang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Keunggulan Budi Johanis tidak hanya terletak pada kualitas teknisnya, tetapi juga pada kedisiplinannya di luar lapangan. Kaki kanan dan kiri yang sama baiknya, serta dedikasinya terhadap pola makan dan istirahat, menjadikan Budi Johanis sebagai contoh bagi pemain-pemain muda.

"Saya baru tahu tadi kalau Mas Budi kelahiran 1957. Berarti, waktu main sama saya sudah di atas 30 itu," ujar Muharom Rusdiana.

Di lapangan, Budi Johanis selalu memiliki skenario sendiri jika strategi pelatih tidak berjalan. Dia tidak segan untuk memberikan arahan kepada rekan-rekannya dan membuat skenario alternatif yang seringkali membawa tim keluar dari kebuntuan.

Kemampuan Budi Johanis dalam memahami permainan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi tim membuatnya tidak tergantikan.

"Dia membuat skenario sendiri, lalu dijelaskan kepada kami para pemain. Dia juga tidak segan mengkritik yang membangun ketika rekannya kurang sip bermain," kenang Muharom Rusdiana.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore