Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2024 | 17.12 WIB

Begitu Kecewanya Aji Santoso saat Persikabo 1973 Kena Comeback Madura United

Pelatih Persikabo 1973, Aji Santoso, akan kembali bereuni dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Minggu (17/12). - Image

Pelatih Persikabo 1973, Aji Santoso, akan kembali bereuni dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Minggu (17/12).

JawaPos.com – Aji Santoso begitu kecewa dengan kekalahan Persikabo 1973. Laskar Padjajaran harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (26/2) malam.

Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu pantas geram. Pasalnya, Persikabo 1973 sempat unggul 2-0 di paruh pertama melalui brace Dimas Drajad. Namun, mereka tak kuasa membendung kebangkitan Laskar Sape Kerrab yang menutup laga dengan kemenangan 3-2.

Aji mengaku dirinya sudah menyampaikan kepada para pemain untuk lebih tenang. Namun, justru Aji menilai mereka malah mudah kehilangan bola dan mudah panik saat diserang.

"Saya sampaikan kepada pemain, babak kedua Madura pasti akan keluar menyerang, saya sampaikan harus lebih tenang, kenapa? Kita sudah unggul 2-0. Mereka akan terus menekan, dan kita harus berani. Tetapi, justru anak-anak salah berpikir, ketika kita mau mempertahankan kemenangan tapi terlalu cepat kehilangan bola," ungkap Aji.

"Yang kedua saya sampaikan, kalau lawan bisa cetak satu gol, masih tenang karena masih leading 2-1, tapi ketika kemasukkan 2-1 mereka justru lebih panik," tambahnya.

Pelatih asal Malang ini juga menyayangkan keputusan Keven Aleman yang melakukan tekel di kotak penalti, sehingga berbuah gol Hugo Gomes yang jadi penanda kebangkitan Madura United.

"Jujur saja kekalahan yang pertama karena Keven mengambil keputusan yang salah di kotak penalti, di meeting pun saya sampaikan jangan ambil pelanggaran di kotak penalti. Oke menurut dia tidak pelanggaran, tapi keputusan wasit adalah pelanggaran, wasit lebih tahu, wasit lebih kuasa memutuskan," jelasnya.

Aji juga menegaskan dirinya sudah betul-betul mewanti-wanti para pemain, terutama untuk antisipasi tentang apa yang akan terjadi pada babak kedua.

"Sebenarnya ketika kami sudah unggul 2-0 sudah antisipasi kira-kira apa yang terjadi sudah saya sampaikan, kalau seperti itu sudah saya sampaikan semua, masa pelatih yang salah, kecuali kalau mereka tidak saya kasih tahu babak kedua mereka akan menekan, itu sudah saya antisipasi. Kembali lagi saya tidak mungkin teriak di lapangan, jadi yang jelas di setengah main sudah sampaikan seperti itu," beber Aji.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore