Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Februari 2024 | 19.12 WIB

Tak Akan Ada Lagi Dualisme Persebaya Surabaya, Kisah 9 Tahun Lalu yang Mewariskan Memori Perjuangan

MERAWAT INGATAN: Logo Wong Mangap jadi bagian penting perjuangan Persebaya Surabaya di era perjuangan. (JawaPos) - Image

MERAWAT INGATAN: Logo Wong Mangap jadi bagian penting perjuangan Persebaya Surabaya di era perjuangan. (JawaPos)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya, sebuah nama yang tak asing lagi di telinga para pencinta sepak bola Indonesia. Klub yang kini dikenal sebagai simbol kebanggaan Kota Pahlawan ini telah melalui berbagai liku-liku dalam sejarahnya.

Namun, salah satu momen paling menegangkan dalam perjalanan panjangnya adalah masa dualisme yang mengguncang kestabilan klub tersebut sembilan tahun yang lalu.

Pada tahun 2010-2017, dualisme menghantui Persebaya Surabaya ketika terjadi perselisihan terkait kepemilikan nama dan logo klub. Namun, kisah itu tinggal kenangan. Sebuah titik akhir telah dicapai, di mana tidak akan ada lagi dualisme Persebaya Surabaya.

Pada 14 September 2016, suasana hangat memenuhi kantor redaksi Jawa Pos di Graha Pena Surabaya. Seorang tokoh penting, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Ahmad M. Ramli, dengan tegas menyatakan bahwa hak merek dan logo Persebaya Surabaya yang telah dimiliki oleh PT Persebaya Indonesia tidak lagi bisa diganggu gugat.

Keputusan yang telah diambil tersebut telah mengukuhkan keberadaan PT Persebaya Indonesia sebagai pemilik sah hak merek dan logo Persebaya.

“Ya, sudah inkracht (berkekuatan hukum tetap). Tidak ada lagi yang bisa mengganggu gugat,” ucapnya dilansir dari Jawa Pos koran edisi 15 September 2016.

Ramli menjelaskan bahwa hak merek yang dimiliki oleh PT Persebaya Indonesia telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht), sehingga tidak akan ada pihak lain yang dapat mempertanyakan keabsahannya. Ini adalah hasil dari keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang diterbitkan pada 21 September 2015, yang mengakui PT Persebaya Indonesia sebagai pemilik sah hak merek Persebaya Surabaya.

Namun, keputusan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan Persebaya Surabaya. Ramli menegaskan bahwa hak merek tersebut tidak akan terpengaruh oleh perubahan kepemilikan saham klub. Meskipun saham Persebaya berpindah tangan ke pihak lain di masa depan, hak merek tersebut akan tetap sah selama pemilik baru dapat membuktikan kepemilikan yang sah.

“Selama pemilik baru nanti bisa membuktikan mereka adalah pemilik yang sah, ya berarti hak merek tersebut juga sah menjadi milik mereka,” tambahnya.

Perjalanan panjang untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. Dualisme yang terjadi di rentang waktu 2010-2017 meninggalkan luka yang dalam bagi para pencinta Persebaya Surabaya, Bonek. Namun, dari kisah tersebut, tergambar pula kekuatan dan keteguhan klub serta komunitasnya.

Sebagai sebuah entitas yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Surabaya, Persebaya Surabaya tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar prestasi di lapangan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersatukan dan menginspirasi jutaan orang.

Dalam perjalanan menuju penyelesaian dualisme tersebut, Persebaya Surabaya dibimbing oleh kebijakan yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak. Keberhasilan mengatasi dualisme tersebut adalah hasil dari kerja keras dan keteguhan semua pihak yang terlibat.

Dalam sebuah komunikasi dengan media ketika itu, Ramli juga menekankan bahwa hak merek tersebut tidak hanya milik klub, tetapi juga merupakan bagian dari identitas Kota Surabaya. Logo Persebaya telah menjadi simbol kebanggaan bagi warga Surabaya, dan keberadaannya yang sah kini menjamin bahwa simbol tersebut akan tetap berada di tangan yang tepat.

Dengan penyelesaian yang telah dicapai, Persebaya Surabaya kini dapat fokus sepenuhnya pada pembangunan klub dan pencapaian prestasi di masa depan. Keputusan yang telah diambil mengakhiri babak gelap dalam sejarah klub, dan membuka lembaran baru yang penuh harapan dan optimisme.

Sebagai pencinta sepakbola, kita tidak bisa melupakan perjalanan yang telah dilalui oleh Persebaya Surabaya. Dari masa-masa sulit hingga kesuksesan yang diraih saat ini, setiap langkah membentuk karakter dan kekuatan klub ini.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore