Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Februari 2024 | 01.08 WIB

Kisah Pedro Henrique yang Hanya Bermain Dua Pertandingan, Striker Persebaya Asal Brasil Sebelum David da Silva

JAJAL LIGA 1: Pedro Henrique saat masih menjalani trial bersama Persebaya Surabaya pada musim 2018. (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

JAJAL LIGA 1: Pedro Henrique saat masih menjalani trial bersama Persebaya Surabaya pada musim 2018. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

JawaPos.com — Pemain muda asal Brasil, Pedro Henrique Cortes Oliveira Gois, telah menjalani pengalaman singkat namun berharga bersama Persebaya Surabaya sebelum akhirnya meninggalkan tim.

Meski perjalanan Pedro Henrique bersama Green Force tidak berlangsung lama, namun pengalamannya menunjukkan keberanian dan semangat yang patut diacungi jempol.

Pedro Henrique bergabung dengan Persebaya Surabaya dengan harapan bisa memberikan kontribusi di lini depan tim berjuluk Green Force. Namun, perjalanannya tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan. Meskipun hanya bermain dalam dua pertandingan selama 76 menit di Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Pedro Henrique berhasil mencatatkan satu gol lewat tendangan penalti.

Namun, cedera yang dialaminya saat melawan Persiba Balikpapan menjadi pukulan bagi Pedro Henrique. Luka robek di pelipis kirinya membuatnya harus istirahat selama tiga hari berikutnya, menyebabkan kesempatannya untuk terus membuktikan diri menjadi terhambat.

Pelatih Persebaya Surabaya saat itu, Angel Alfredo Vera, mengungkapkan bahwa Pedro Henrique memiliki skil individu yang bagus. Namun, dia kesulitan untuk beradaptasi dengan cepat dengan tim. Meskipun demikian, Pedro Henrique diberi penghargaan dan rasa hormat karena keberaniannya mencoba dan berjuang bersama tim.

"Pedro sedikit terlambat untuk setel dengan pemain lain. Jadi, mungkin dia tidak akan masuk dalam skema permainan tim," kata pelatih asal Argentina ini dliansir dari laman resmi klub.

Meskipun harus meninggalkan Persebaya Surabaya, Pedro Henrique tetap merasa bangga atas pengalaman yang dia dapatkan selama berada di klub ini. Meski hanya satu pekan, Pedro Henrique merasa bahwa dia telah mendapatkan banyak pengalaman yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya bersama klub lain.

"Klub ini memiliki semangat luar biasa untuk maju. Masifnya dukungan dari suporter membuat saya bangga pernah menjadi bagian dari mereka," ujar Pedro.

Para pemain dan staf pelatih Persebaya Surabaya menyambut Pedro Henrique dengan hangat saat perpisahannya. Mereka menganggap Pedro Henrique sebagai bagian dari keluarga dan memberikan dukungan serta kata-kata semangat dalam perjalanannya ke depan.

"Saya juga ikut sedih melihat perpisahan ini. Tapi, kami tidak bisa berbuat apa apa, karena ini adalah otoritas dari pelatih," kata Chairul Basalamah.

"Kami sudah menganggap dia seperti keluarga di sini," kata Rendi Irwan, kapten Persebaya Surabaya ketika itu.

Meskipun meninggalkan Persebaya Surabaya saat itu, Pedro Henrique masih membuka peluang untuk tetap bermain di Indonesia jika ada kesempatan. Namun, jika tidak, dia siap mencari peluang di luar negeri untuk melanjutkan karier sepak bolanya. Akhirnya di kesempatan berikutnya kembali ke Liga 1 Indonesia, Pedro Henrique sempat memperkuat Madura United FC pada Juli 2022-Januari 2023 dan kemudian pindah ke Persikabo 1973 pada Januari 2023-Juni 2023.

Kisah Pedro Henrique bersama Persebaya Surabaya menjadi cerminan dari keberanian untuk mencoba dan berjuang meskipun hasilnya tidak selalu sesuai dengan harapan. Meski singkat, pengalaman Pedro Henrique memberikan inspirasi bahwa keberanian dan semangat adalah kunci untuk meraih impian, baik di lapangan maupun di kehidupan sehari-hari.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore