
FOKUS PERSIAPAN: Dusan Stevanovic dan pemain Persebaya Surabaya ketika memulai latihan di Lapangan THOR jelang laga kontra Persita Tangerang. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Momen gemilang diraih Persebaya Surabaya ketika menaklukkan Bhayangkara FC 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (4/2). Kemenangan ini tidak hanya sekadar hasil pertandingan, tetapi juga membawa berbagai rekor dan prestasi bagi tim berjuluk Green Force tersebut.
Memasuki pertandingan perdana, Pelatih Paul Munster kontra mantan timnya berdasarkan data dari Statoksop, Persebaya Surabaya berhasil mengakhiri catatan tanpa kemenangan dalam 10 laga terakhir mereka. Dengan satu kemenangan, delapan hasil imbang, dan dua kekalahan sebelumnya, kemenangan atas Bhayangkara FC menjadi titik balik yang dinanti-nanti oleh para penggemar setia Persebaya.
Prestasi individual pun tak kalah mencolok. Paulo Henrique, meskipun berada di pihak lawan, berhasil menempatkan Bhayangkara FC sebagai gawang favoritnya dengan mencetak gol kedua dalam dua pertemuan terakhir. Hal ini menandakan dominasi dan keunggulan Paulo Henrique atas pertahanan Bhayangkara FC.
Meskipun mencetak gol kemenangan di paruh kedua pertandingan, Persebaya Surabaya masih menyandang status tim dengan catatan gol terendah di babak kedua, yakni hanya 10 gol. Namun, hal ini tidak mengurangi keberhasilan mereka dalam meraih kemenangan penting tersebut.
Namun, tidak hanya prestasi positif yang disorot, tetapi juga catatan kartu merah yang cukup mencolok. Persebaya Surabaya tercatat sebagai salah satu tim terbrutal kedua sejauh musim berjalan dengan mencatatkan 4 kartu merah. Reva Adi Utama, pemain Persebaya Surabaya, bahkan telah diusir dari lapangan untuk kali kedua musim ini.
Sementara itu, Persebaya Surabaya juga meraih prestasi khusus sebagai tim ke-10 yang mampu merebut 250 poin di kompetisi Liga 1. Mereka menjadi eks klub promosi pertama yang mampu mencapai pencapaian tersebut, menegaskan dominasi dan ketangguhan mereka di level kompetisi tertinggi di Indonesia.
Dari segi performa individual, Arief Catur Pamungkas menjadi sorotan dengan catatan intersep terbanyak pekan ini, mencatatkan 9 intersep yang menggambarkan kontribusi defensifnya yang luar biasa bagi Persebaya Surabaya.
Selain itu, dominasi Persebaya Surabaya terus berlanjut dengan menempatkan Bruno Moreira sebagai pemain yang paling banyak melakukan aksi dribling di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC dengan 6 dribbling di lapangan. Catatan apik Bruno Moreira ini mengungguli 2 catatan dribbling pemain Bhayangkara FC lainnya, yaitu Witan Sulaeman (3) dan Sani Rizki (2).
Lalu ada juga catatan apik dari dua menara kembar Persebaya Surabaya di lini belakang yang melapisi pertahanan Ernando Ari di depan gawang. Catatan tersebut berasal dari Dusan Stevanovic dan Yan Victor yang sama-sama mengemas 7 sapuan di laga tersebut. Catatan ini jauh mengungguli barisan lini belakang Bhayangkara FC yang diemban oleh Anderson Sales (5) dan Luis Marcelo Herrera (4).
Prestasi dan rekor yang dibukukan oleh Persebaya Surabaya dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC bukanlah sekadar pencapaian biasa. Itu adalah bukti nyata dari kegigihan, kerja keras, dan semangat juang tim untuk meraih kemenangan dan mengukir sejarah di kancah sepak bola Indonesia.
Dengan segala potensi dan talenta yang dimiliki, Persebaya Surabaya siap menjelajahi lebih jauh dan mengukir prestasi-prestasi baru dalam perjalanan mereka di Liga 1 dan kompetisi-kompetisi selanjutnya. Mereka adalah bukti bahwa dengan kerja keras dan tekad yang kuat, segala hal yang tampak mustahil dapat diubah menjadi kenyataan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
