
Lagi LIB Tegaskan Tidak Ada Perubahan Jumlah Tim di Liga 1./ligaindonesiabaru.com
JawaPos.com – Isu mengenai penambahan tim Liga 1 2024/25 menjadi 20 tim kembali mencuat di media sosial, membuat PT. Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan klarifikasi di laman resminya.
Klarifikasi yang diunggah pada 11 Januari 2024 itu menegaskan bahwa perubahan jumlah tim yang semula 18 menjadi 20 peserta adalah isu hoax yang tak bisa dipertanggungjawabkan.
Mengutip rilis resmi PT. LIB di ligaindonesiabaru.com, Ferry Paulus selaku ketua menerangkan bahwa tidak ada perubahan jumlah tim yang akan berlaga di Liga 1 2024/25.
“PSSI sudah menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam jumlah tim yang akan berlaga di Liga 1 2024/2025,” terang Ferry Paulus, Kamis (11/1/2024).
Pria berusia 59 tersebut menjelaskan akan tetap berkomitmen untuk tidak merubah kebijakan yang telah diputuskan PSSI.
“Sebagai operator kompetisi, kami tetap berkomitmen terhadap kebijakan yang sudah diputuskan PSSI tersebut. Itu artinya jumlah tim yang tampil di Liga 1 2024/2025 tetap 18 klub,” Sambung Ferry Paulus.
Isu penambahan peserta ini awal mulanya mencuat pada akhir bulan Oktober 2023, namun langsung dibantah dengan tegas oleh PT. LIB.
Seperti yang telah ditegaskan sebelumnya, Ferry Paulus juga menyampaikan peringatan bahwa perubahan sistem dan format kompetisi tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba.
Karena ada proses yang memakan waktu dan harus melibatkan Komite Eksekutif PSSI.
“Sekali lagi, kami selalu patuh dan taat terhadap keputusan PSSI. Lebih dari itu, kami juga menginformasikan PT LIB punya komitmen yang kuat untuk terus memperbaiki tata kelola kompetisi profesional. Kami akan selalu berusaha maksimal untuk meningkatkan value sepak bola di tanah air,” tutupnya.
Meskipun ada perubahan regulasi, format, maupun jumlah peserta Liga, harusnya disahkan di kongres, dan berlaku paling cepat 3 hingga 4 musim ke depan.
Sebab, hal tersebut masih berkaitan dengan program jangka panjang klub, seperti durasi kontrak pemain, sponsor, maupun kuota pemain di klub.
Lebih jauh dari itu, isu yang berkembang tersebut memantik banyak kontra dari pecinta sepak bola tanah air.
Sebab, jika benar isu tersebut benar diputuskan, maka keputusan tersebut akan menguntungkan klub Liga 1 yang kini menghuni zona merah.
Isu ini pertama kali muncul saat salah satu pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, berbicara pada salah satu portal berita.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
