Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 00.52 WIB

Polisi Tetapkan Tersangka Kericuhan Saat Laga PSIS Hadapi PSS Sleman, Kemungkinan Jumlah Tersangka Bertambah

Tersangka ricuh pertandingan Liga 1 Indonesia antara PSIS Semarang Vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang dihadirkan saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Rabu (13/12). - Image

Tersangka ricuh pertandingan Liga 1 Indonesia antara PSIS Semarang Vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang dihadirkan saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Rabu (13/12).

 

Jawapos.com
 - Polisi resmi menetapkan tersangka kericuhan antar-penonton di pertandingan Liga 1 Indonesia, PSIS Semarang menghadapi PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang pada 3 Desember lalu.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Kompol Aris Munandar di Semarang mengatakan tersangka AN (20) warga Peterongan, Kota Semarang, ditangkap usai terbukti ikut merusak bus pendukung PSS Sleman yang terparkir di luar area stadion.

Menurut Kompol Aris, aksi tersangka terekam CCTV saat ikut merusak bus yang terparkir di Jalan Sisingamangaraja tersebut.

"Tersangka menggunakan bambu untuk merusak bus pengangkut pendukung PSS Sleman itu. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang perusakan," ujar Kompol Aris seperti dikutip dari Antara.

Ia menambahkan dalam aksi perusakan bus pengangkut pendukung PSS Sleman itu, ada sekitar 30 orang yang terlibat.

Tidak hanya perusakan, pihaknya juga mendapat laporan pencurian dompet serta telepon seluler milik awak bus.

"Untuk tersangka lain masih dalam pendalaman dan pengejaran," ungkapnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Resmi Ajukan Banding Sanksi Komdis PSSI

Sebelumnya, pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri Semarang pada 3 Desember lalu berakhir dengan kericuhan antar-penonton di dalam stadion.

CEO PSIS Semarang A.S.Sukawijaya bahkan mengalami luka di bagian kepala yang diduga akibat terkena lemparan batu saat kericuhan terjadi.

Awal mula kericuhan itu dipicu saling ejek antara pendukung PSIS Semarang, Snex, yang berada di tribun utara dengan pendukung PSS Sleman yang berada di tribun barat.

Ketua Panpel PSIS Semarang Agung Buwono menyebut setidaknya sekitar 1.600 orang pendukung PSS Sleman datang ke Stadion Jatidiri Semarang, meskipun sebenarnya sudah ada larangan untuk datang sesuai regulasi Liga 1.

"Tanpa atribut. Karena jumlahnya banyak maka dari segi keamanan ditempatkan di tribun barat," katanya.

Imbas kericuhan tersebut, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton bagi PSIS Semarang saat menjadi tuan rumah di laga Liga 1 sampai akhir musim 2023/2024. Tim Mahesa Jenar juga mendapat sanksi tambahan berupa denda sebesar Rp 25 juta.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore