
Pesepak bola PSIS Semarang Carlos Fortes (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persebaya Surabaya Dusan Stevanovic (kanan). (ANTARA)
JawaPos.com - Ketua Panitia Pelaksana Persebaya Ram Surahman menyatakan sudah berupaya berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSSI dan PT LIB, terkait pelaksanaan pertandingan pekan ke-20 Liga 1 Indonesia saat menjamu PSIS Semarang, namun belum ada jawaban, dikutip dari ANTARA.
"Jadi untuk perkembangannya, kami sudah kirim surat ke PSSI dan tentu Ketua Umum PSSI. Apakah memungkinkan Persebaya tanggal 26 bermain di GBT, karena memang sebelumnya kami sudah komunikasi dengan pemkot dengan Pak Wali Eri Cahyadi, selain itu kami juga sudah sampaikan kronologi kendala-kendalanya ke LIB, tapi hingga saat ini belum ada jawaban," ujarnya saat dihubungi ANTARA, di Surabaya, Kamis (23/11).
Kronologi yang pihaknya sampaikan antara lain, pencabutan izin penggunaan akibat kerusuhan pascapertandingan Gresik United melawan Deltras FC di Gelora Joko Samudra serta hak eksklusif penggunaan Stadion GBT di Piala Dunia U-17.
Ram menjelaskan, sebelumnya Pemkab Gresik melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) sudah memberi surat izin untuk pemakaian Stadion Gelora Joko Samudro.
"Tapi setelah peristiwa kemarin setelah pertandingan Gresik United melawan Deltras FC itu suratnya dicabut. Semua upaya yang sudah kami lakukan dan dokumen-dokumen sudah kami laporkan ke LIB," kata mantan sekretaris Persebaya tersebut.
Baca Juga: Ancaman Pengangguran (Lulusan) Guru
Sementara Stadion GBT Surabaya, hingga sekarang masih menunggu terkait hak eksklusif penggunaan yang dipegang FIFA untuk digunakan Piala Dunia U-17.
"Kemarin juga secara simultan kami kirim surat ke pemkot dan komunikasi dengan pemkot. Setelah itu kami juga kirim surat ke PSSI. Selain itu, kami bertanya juga ke Ketum PSSI Pak Erick Thohir terkait hak eksklusif penggunaan GBT oleh FIFA," ucapnya.
Saat ditanya ANTARA terkait penundaan pertandingan, pihaknya tidak bisa memastikan dan hal itu juga akan membebani PT LIB terkait pengaturan jadwal tunda.
Baca Juga: Meski Berstatus Tersangka, Firli Bahuri Tetap Aktif Bertugas jadi Ketua KPK
"Pasti akan membebani LIB, mereka harus mengatur jadwal lagi, karena kami sudah ada partai tunda juga kemarin, tetapi kalau hal ini tidak segera diputuskan juga terlalu mepet waktunya untuk persiapan, tinggal dua hari lagi dari jadwal aslinya," ujar Ram Surahman.
Tak hanya itu, lanjut dia, perizinan dari pihak kepolisian juga membutuhkan kepastian tempat pertandingan.
"Perizinan dengan kepolisian juga menunggu tempat pertandingan akan diselenggarakan di mana baru bisa keluar, dan itu juga butuh waktu," tuturnya.
Baca Juga: Sinopsis The Tourist, Saat Angelina Jolie Jadi Buronan Internasional dan Menjebak Johnny Depp
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan menunggu keputusan dari LIB terkait venue pertandingan pekan ke-20 Liga 1 Indonesia antara Persebaya melawan PSIS Semarang.
"Kami serahkan ke LIB seperti apa, artinya kami sudah sodorkan kondisi aslinya seperti apa, tinggal menunggu keputusannya," katanya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
