
Josep Gombau sebutkan kesalahan pemain yang menjadi penyebab Persebaya kalah telak dari Persik 4-0, Jumat (27/10)./Dok. LIB via Jawa Pos
JawaPos.com - Persebaya harus rela menelan pil pahit pada pekan ke-17 Liga 1 setelah dicukur empat gol tanpa balas dari tuan rumah Persik Kediri.
Persebaya sempat menahan imbang 0-0 di babak pertama dan hanya kebobolan satu gol pada menit 47 melalui pemain Persik, Adi Eko Jayanto.
Namun petaka terjadi pada menit 54 saat Reva Adi Utama terkena kartu merah.
Pasca kartu merah tersebut, performa Persebaya langsung menukik dan gawang Green Force dijebol tiga gol lagi oleh Persik lewat brace Flavio Antonio dan gol bunuh diri Song Ui-young.
Setelah pertandingan, pelatih Persebaya, Josep Gombau menyatakan bahwa sebenarnya para pemain bisa mengimbangi Persik pada babak pertama.
Namun pada babak kedua, anak asuhnya banyak melakukan kesalahan, termasuk kartu merah bagi Reva Adi yang membuat Persebaya menjadi timpang.
"Pertandingan yang sangat sulit. Kami sebenarnya bisa mengimbangi Persik pada babak pertama. Namun pada babak kedua pemain-pemain kami banyak melakukan kesalahan,” ujar Josep Gombau.
“Apalagi setelah kartu merah bagi Reva, kami makin kesulitan mengembangkan permainan dan malah kebobolan banyak gol," lanjutnya.
Josep Gombau juga menambahkan kekalahan ini juga disebabkan banyak pemain belakang yang tidak bisa bermain.
"Kekalahan ini juga disebabkan banyaknya pemain belakang kami yang tidak bisa bermain. Dusan Stevanovic dan Catur Pamungkas terkena akumulasi kartu. Kadek Raditya juga tidak bisa bermain," keluh Josep Gombau.
Ia juga memberi alasan mengapa sampai menempatkan Song Ui-young di posisi bek, padahal posisi aslinya adalah gelandang.
"Kami tahu kualitas Song, dia bisa bermain bagus di posisi bek, itulah kenapa pada laga ini dia dipasang di posisi itu meskipun ia sebenarnya adalah seorang gelandang," imbuhnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menganggap beberapa insiden yang seharusnya bisa menguntungkan Persebaya, tidak akan berpengaruh pada hasil akhir, karena timnya memang bermain buruk.
Salah satunya adalah pembatalan penalti Persik Kediri. Meski hal itu menguntungkan Green Force, namun nyatanya Persebaya tetap kalah.
"Yang pasti kekalahan kami bukan karena hal lain ya, karena dalam pertandingan, hal-hal yang kontroversial selalu ada. Terlepas dari itu, kami kebobolan karena kesalahan-kesalahan para pemain sendiri, itulah yang membuat kami kalah," tegasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
