
Stadion Gelora Bung Tomo disterilkan dari segala aktivitas termasuk pertandingan Liga 1 karena akan dilakukan renovasi tahap akhir sebagai persiapan menjadi venue Piala Dunia U-17./ Persebaya
JawaPos.com - Teka-teki seputar nasib Persebaya dalam menjalani laga kandang di Gelora Bung Tomo selama gelaran Piala Dunia U-17 mulai terjawab.
Pada Jumat (15/9) manajemen Persebaya menerima surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Isinya adalah perintah mensterilkan stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sejak tanggal yang tertera di surat tersebut yaitu 15 September hingga dua bulan kedepan.
"Mendadak muncul surat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyatakan GBT harus steril sampai usainya Piala Dunia U-17 pada awal Desember nanti. Alasannya, GBT dan juga stadion-stadion lain yang menjadi venue Piala Dunia U-17 harus direnovasi," ungkap manajemen Persebaya dalam keterangan resminya di laman resmi klub.
Berdasarkan surat tersebut, Persebaya sudah tidak dapat menjalani laga kandang sejak pekan ini. Maka, laga big match menjamu Arema FC pada 26 September mendatang tidak bisa digelar di GBT. Padahal persiapan menghadapi duel tersebut sudah matang.
Hal itu sangat disayangkan pihak manajemen karena piala dunia masih berlangsung November mendatang dan seharusnya Green Force masih bisa berlaga di GBT saat menjamu Arema FC.
Selain itu, yang disayangkan juga oleh manajemen adalah renovasi tersebut dianggap tidak jelas karena sejauh ini persiapan stadion GBT sebagai venue piala dunia sudah maksimal.
"Masih ada waktu lebih dari 50 hari menuju kick-off piala dunia. Jika ada yang harus direnovasi, seharusnya masih cukup waktu sehingga tak perlu membuat Persebaya tidak bisa bertanding di GBT," kata manajemen Persebaya dalam pernyataan resminya.
Stadion kebanggaan Surabaya ini memang dianggap yang terbaik sebagai venue Piala Dunia U-17. Hal itu berdasarkan pada hasil risk assessment mabes Polri pada 3 Maret 2023 yang memberikan nilai 89,02 persen.
Itu artinya, GBT bisa menjadi venue pertandingan dengan kapasitas 100 persen penonton.
Inspeksi tim dari FIFA pada 29 Agustus lalu juga meneguhkan kesiapan GBT sebagai venue Piala Dunia U-17.
"FIFA menilai dari aspek keamanan, media, hospitality, hingga kualitas lapangan, GBT sangat memenuhi syarat sebagai venue. Kalaupun harus ada renovasi tambahan, hanya sedikit dan tidak perlu mengorbankan Persebaya," imbuh pihak manajemen.
Surat Kementerian PUPR tersebut membuat manajemen menilai Persebaya seperti dipaksa terusir dari Surabaya.
"Ini seperti memaksa Persebaya terusir dari Surabaya dan membuat status pertandingan Persebaya vs Arema FC menjadi ngambang," ujar manajemen.
Kini manajemen Persebaya berharap pemerintah, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus bijaksana dan memberi kejelasan terhadap laga home Green Force terutama saat menghadapi Singo Edan pekan depan.
"Mestinya, agenda renovasi bisa sinkron dengan jadwal laga home Persebaya," pungkas manajemen.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
