
SATU PAKET: Mustaqim (kanan) mendampingi Aji Santoso saat memimpin sesi latihan Persebaya Surabaya.
JawaPos.com – Aji Santoso bukan satu-satunya pelatih yang out dari Persebaya Surabaya. Kabarnya, hengkangnya suami Rini Sofia itu akan diikuti dua asistennya, Mustaqim dan Bejo Sugiantoro.
Mustaqim dan Bejo memang masih tergabung dalam jajaran pelatih. Sejauh ini belum ada pengumuman soal nasib keduanya. Tapi, dari info yang digali Jawa Pos, nasib keduanya akan ditentukan dalam waktu dekat.
Mustaqim satu paket dengan Aji, sedangkan Bejo dikabarkan bakal ikut menyusul. Artinya, tidak ada asisten pelatih yang tersisa. Uston Nawawi yang menjadi karteker bakal bekerja sendirian.
Apakah akan ada asisten pelatih baru yang direkrut? Info yang digali Jawa Pos menyebutkan, ada satu nama yang mencuat. Dia adalah mantan bek Green Force (julukan Persebaya) Mat Halil. Pria 44 tahun itu kini menjabat pelatih Persebaya U-16.
Jawa Pos kemudian melakukan konfirmasi ke Halil. Bagaimana tanggapannya? ”Saya belum tahu, Mas. Belum ada komunikasi dari manajemen juga,” kata Halil.
Tapi, jika tawaran tersebut benar-benar datang, dia tidak kuasa untuk menolak. ”Karena selama ini saya mengambil lisensi (pelatih) dibiayai oleh Persebaya,” tambah pelatih berlisensi A AFC itu.
Selain Halil, akan ada departemen analisis di jajaran kepelatihan. Info yang digali Jawa Pos, manajemen sudah deal dengan salah satu tim analisis. Adalah Manajer Persebaya Yahya Alkatiri yang merekrut langsung.
Seusai laga kontra Persikabo 1973 (4/8), Yahya langsung bertemu dengan tim analisis. Dia berkunjung langsung ke rumah tim analisis itu pukul 22.00 WIB. Yahya langsung melakukan negosiasi.
Kemudian, deal baru terjadi pada Sabtu (5/8) dini hari tepat pukul 01.00 WIB. Infonya, tim analisis akan diperkenalkan pada Rabu (9/8). Jawa Pos melakukan konfirmasi ke Yahya soal kabar tersebut.
”Saya nggak ngomong dulu. Belum bisa berkomentar. Dilihat saja beberapa hari ke depan,” ucap mantan manajer Persik Kediri itu.
Di sisi lain, kondisi tim membuat legenda Green Force mengelus dada. Chairil ”Pace” Anwar menyebutkan, kondisi buruk ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah kehilangan beberapa pemain kunci.
Termasuk Rizky Ridho dan Koko Ari Araya. ”Semua tahu kualitas Ridho dan Koko. Perginya dua pemain itu seperti ada lubang yang harus ditutup Aji dengan sempurna,” tutur Pace kepada Jawa Pos.
Masalahnya, Pace menganggap lubang tersebut tidak ditutup dengan sempurna. ”Harusnya, kalau Ridho dan Koko pergi, pemain pengganti punya kualitas yang sama dengan mereka. Yang saya sayangkan, kenapa kok pemain yang direkrut tidak seperti demikian?” beber pemain yang membawa Persebaya juara Liga Indonesia musim 1996–1997 dan 2004 itu.
Posisi Ridho digantikan Kadek Raditya. Lalu, Nuri Fasya menggantikan Koko. Ada pula Dusan Stevanovic yang mengisi pos milik Leo Lelis. Selain ketiganya, perekrutan pemain musim ini dianggap kurang maksimal.
”Saya tidak menyalahkan coach Aji sepenuhnya. Kalau pelatih bagus, tapi tidak didukung komposisi pemain yang baik, ya pasti susah,” tegas Pace.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
