
TERUS BELAJAR: Sofie Imam Faisal saat mendampingi timnas Indonesia menghadapi FIFA Matchday melawan Palestina di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Bukan hanya ilmu baru yang dikantongi oleh Sofie Imam Faisal ketika dipilih pelatih timnas Shin Tae-yong saat FIFA Matchday bulan lalu. Dia juga mendapatkan bahan untuk tesisnya di UNS (Universitas Sebelas Maret), Solo. Sesuatu yang bisa membantu perkembangan sepak bola Indonesia di masa depan.
FARID S. MAULANA, Surabaya
SOFIE sebenarnya berencana mengumpulkan bahan untuk tesisnya di hasil Liga 1 musim ini. Tesis berjudul ’’Profil Spesifik Fisik Elite Pesepak Bola Indonesia Berbagai Posisi dan Komparasi Fisik Antarposisi’’ itu rencananya mengambil populasi dan sampel tim Liga 1 yang finis di peringkat 1–4.
’’Tapi, ketika saya jadi perwakilan pelatih fisik lokal untuk laga timnas Indonesia di FIFA Matchday, saya langsung mengubah populasi dan sampel saya,’’ ungkapnya.
Ya, bersama dua pelatih lain, yakni Charis Yulianto dan Andreas Kristiyanto, Sofie mendapatkan kesempatan untuk ’’belajar’’ kepada staf kepelatihan STY di dua laga timnas melawan tim dengan level yang lebih tinggi. Yakni, Palestina (14/6) dan Argentina (19/6).
’’Tesis saya memang spesifik tentang sepak bola,’’ ucapnya. Pelatih yang punya lisensi spesialisasi fisik AFC Level 2B itu mengungkapkan, dirinya memilih tesis tersebut karena di negara maju banyak penelitian soal sepak bola. ’’Variabel independennya total distance, HIR (high intensity running), HSR (high speed running), acceleration, dan deceleration pemain sepak bola selama 2 x 45 menit plus injury time,’’ lanjutnya.
Mantan pelatih fisik Sabah FA itu mengungkapkan, ketika dipilih oleh STY, populasi dan sampel langsung diubah. Dia mencoba mengambil populasi dan sampel pemain timnas yang dipanggil untuk FIFA Matchday bulan lalu. ’’Karena saya berpikir pemain timnas adalah yang terbaik di kompetisi. Dan sesuai dengan game model pelatih kepala,’’ jelasnya.
Selama kurang lebih sebulan, banyak hal terkait populasi dan sampel yang didapatnya. Bahan yang bisa dipakai untuk tugas akhirnya. ’’Saya berharap nantinya penelitian saya ini bisa dikomparasikan dengan penelitian lain. Apakah ada yang berbeda atau sesuatu yang baru,’’ ungkapnya.
Pelatih yang lahir di Situbondo itu mengaku bersyukur staf pelatih STY banyak membantu tugas akhirnya. Khususnya pelatih fisik timnas Shin Sang-gyu. ’’Ada translator yang bisa membantu. Coach Shin Sang-gyu juga bisa berbahasa Inggris, jadi mudah berkomunikasi,’’ paparnya.
Itu juga bukan kali pertama dirinya membantu timnas. Sofie pernah juga diajak ketika timnas melakukan pemusatan latihan di Turki dan Spanyol awal tahun ini. ’’Jadi, tugas-tugas yang harus saya lakukan bisa dijalankan dengan baik. Adaptasi sangat mudah,’’ katanya.
Meski sudah banyak pengalaman, Sofie mencoba menjadi ’’gelas kosong” ketika di timnas. Dia mengerti level Shin Sang-gyu sudah sangat baik sehingga banyak ilmu dan bahan yang bisa diserapnya. ’’Banyak ilmu baru dan bahan untuk tesis khusus ilmu fisik di dunia sepak bola. Beliau juga menghargai saya sebagai pelatih lokal,’’ paparnya.
Saat ini, pria yang pernah jadi pelatih fisik Persiba Balikpapan itu sedang menyelesaikan tesis tersebut. Dia berharap tesis yang nantinya jadi penilaian untuk gelar S-2 itu bisa berguna bagi sepak bola Indonesia. ’’Agar bisa membantu kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan,’’ harapnya. (c17/ali)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
