Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juni 2023 | 23.52 WIB

Komentar Pelatih Borneo FC Menyikapi Tren Apik di Pra-musim Liga 1

Pemain Borneo FC intensif mengikuti latihan rutin dalam persiapan menghadapi Liga 1. Pelatih Pieter Huistra menilai timnya masih butuh evaluasi. - Image

Pemain Borneo FC intensif mengikuti latihan rutin dalam persiapan menghadapi Liga 1. Pelatih Pieter Huistra menilai timnya masih butuh evaluasi.

JawaPos.com – Borneo FC dalam tren yang bagus. Empat kemenangan dibukukan Pesut Etam dalam persiapan mereka jelang bergulirnya Liga 1 2023/2024.

Meski begitu, pelatih Pieter Huistra menyebut timnya masih membutuhkan banyak evaluasi untuk memperbaiki kinerja anak didiknya.

Menjamu Persijap Jepara di Stadion Segiri, Minggu (18/6) malam, Borneo FC menyudahi laga dengan kemenangan 2-1. Terens Puhiri membuka keran gol pada menit kedelapan dan dipertegas Silverio Junio, tiga menit saat babak kedua dimulai. Jelang peluit panjang, konsentrasi pemain Borneo FC sedikit menurun. Alhasil, Persijap berhasil memperkecil kedudukan.

Bermain di depan publik sendiri rupanya membuat pemain Borneo FC sedikit gugup. Hal tersebut diakui sang juru taktik, Pieter Huistra. Jebolnya gawang Borneo FC di menit-menit akhir membuat Huistra tidak senang.

“Aksi suporter membuat pemain sedikit bingung dan kurang fokus. Saya tak suka itu (kebobolan). Tapi, saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus,” ucapnya.

Kendati begitu, dirinya mengapresiasi dukungan yang diberikan Pusamania dan warga Samarinda. Antusiasme mereka untuk menyaksikan penggawa Borneo FC berlaga turut mengangkat perjuangan Pesut Etam.

Terkait Persijap, pelatih berpaspor Belanda tersebut menyebut permainan lawannya tersebut terbukti menyulitkan Matheus Pato dan kawan-kawan. “Malam ini adalah malam dengan banyak pelajaran. Bagaimana bisa mengontrol tim seperti ini dan ini menarik. Saya rasa kami menemukan jawabannya. Kami membuat beberapa peluang, tapi hanya mampu mencetak dua gol,” bebernya.

Dalam laga kontra Persijap tersebut juga menjadi pertandingan terakhir bagi Sultan Samma. Sultan bermain selama 10 menit jelang peluit panjang. Sang gelandang memutuskan gantung sepatu. Meski begitu, Sultan masih menjadi bagian dari Borneo FC. Dirinya dipercaya menjadi staf kepelatihan Pesut Etam untuk kompetisi musim depan.

Huistra mengaku senang memiliki Sultan Samma dalam timnya. “Dia (Sultan) bermain selama 10 menit. Terima kasih untuk itu. Tapi, saya sekarang mempunyai dia sebagai staf pelatih, karena tentu saja dia bisa menjadi pelatih. Saya yakin tentang itu. Dia mencintai sepak bola, itu yang paling penting,” tegasnya.

Jelang kompetisi, Huistra menegaskan akan memaksimalkan persiapan. Belum ada agenda uji coba melawan tim lain dalam waktu dekat. “Belum ada (uji coba). Kami hanya melakukan pertandingan internal saja,” pungkasnya.

Sebelumnya menghadapi Persijap, Borneo FC menggelar pemusatan latihan di Jogjakarta. Selama di Kota Gudeg, Pesut Etam beruji coba dengan tiga lawan dan semuanya dimenangkan. Mereka menang menghadapi Bhayangkara FC (2-1), PSS Sleman (1-0), dan Persis Solo U-20 (4-0).

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore