Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 April 2023 | 16.31 WIB

Karena PSM Makassar Adalah Cinta Bagi Pemain Asal Belanda Wiljan Pluim

SEPENUH HATI: Wiljan Pluim dikepung tiga pemain Madura United di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (31/3) malam. Dia mencetak dua gol. - Image

SEPENUH HATI: Wiljan Pluim dikepung tiga pemain Madura United di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (31/3) malam. Dia mencetak dua gol.

JawaPos.com - Tidak perlu diragukan lagi kecintaan Wiljan Pluim kepada PSM Makassar. Bergabung pada 2016 sebagai marquee player, pemain asal Belanda itu setia berseragam merah hingga musim ini.

Tidak salah jika Pluim sangat diidolakan oleh pendukung PSM. Dia adalah hero. Perannya sangat vital bagi tim.

Memimpin rekan-rekannya di lapangan sebagai kapten tim. Skill dan kualitas olah bolanya sangat membantu kemenangan PSM di tiap pertandingan.

Pluim mengaku tidak pernah punya tim seperti PSM sepanjang kariernya. Punya rekan-rekan yang tidak pernah komplain dengan segala sesuatu yang terjadi. Punya komitmen yang sama untuk bisa memberi gelar untuk PSM.

’’Kalau ingat musim lalu sangat menyakitkan. Kami bisa bangkit dan melupakan itu. Kami melupakannya, bangkit, dan ya saat ini kami juara,’’ tegasnya.

Pemain 34 tahun itu masih akan berseragam PSM Makassar hingga musim depan. Setelah itu, dia belum tahu akan bertahan atau keluar.

’’Tapi, saya sudah punya perjanjian dengan istri, setelah kontrak saya selesai, saya akan pulang ke Belanda,’’ ujarnya.

Tapi, hal tersebut tentu masih bisa berubah. Pluim menegaskan sudah sangat mencintai PSM. PSM adalah cintanya.

’’Ya mungkin jika saya diminta bertahan, saya akan pikirkan lagi. Tapi, saat ini saya dan tim ingin merayakan hasil kerja keras yang sudah kami dapat malam ini (Jumat, 31/3),’’ jelasnya. 

Gelar Juara yang Tak Pernah Dibayangkan Sebelumnya

Wiljan Pluim langsung memeluk rekan-rekannya sambil menangis setelah wasit Thoriq Alkatiri meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya laga PSM Makassar melawan Madura United tadi malam di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Tangisannya makin menjadi ketika pelatih PSM Bernardo Tavares memeluknya. ’’Champion, champion,’’ teriaknya bersama Tavares.

Ya, sebagai kapten dan salah satu pemain terlama di PSM (sejak 2016), pertandingan melawan Madura United tidak akan pernah dilupakannya. Dia berhasil membawa PSM jadi juara Liga 1 musim 2022–2023. Mempersembahkan gelar liga yang sudah dinanti-nantikan selama 23 tahun. Hasil itu didapat setelah tim Ayam Jantan dari Timur berhasil mengalahkan tuan rumah Madura United dengan skor 3-1. PSM menahbiskan diri menjadi juara meski masih menyisakan dua pertandingan.

Makin istimewa bagi Pluim karena tadi malam pemain asal Belanda itu jadi pahlawan kemenangan PSM dengan memborong dua gol. Masing-masing pada menit ke-4 dan 10. Satu gol lain dicetak oleh Kenzo Nambo pada menit ke-48. Sedangkan Madura United hanya mencetak satu gol melalui Hugo Gomes (51’).

Gelar juara yang diraih PSM nyaris tanpa kontroversi. Meski ’’terusir’’ dari Makassar dan bermarkas di Stadion B.J. Habibie, Parepare, juara Piala Indonesia 2018–2019 itu tampil konsisten dan selalu mendapat support penuh dari pendukung setianya.

Tanpa menafikan peran yang lain, pelatih Bernardo Tavares bisa dibilang menjadi sosok penting di balik keberhasilan PSM menjadi kampiun Liga 1 musim ini. Pelatih dengan segudang pengalaman asal Portugal itu berhasil memadukan pemain-pemain muda hasil binaan internal klub dengan beberapa pemain berpengalaman. Kuat dalam bertahan dan efektif saat menyerang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore