
MATHEUS PATO, SILVIO JUNIOR, ABEL CAMARA, KARIM ROSSI. (ANGGER BONDAN-SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com - Abel Camara diperkenalkan sebagai tukang gedor baru Arema FC saat Piala Presiden sudah berlangsung lebih dari separo jalan. Persisnya pada 1 Juli, yang berarti terhitung sampai hari ini, penyerang 32 tahun tersebut baru sekitar setengah bulan membela klub berjuluk Singo Edan itu.
Tapi, dalam waktu sependek itu, pemain berkebangsaan Guinea-Bissau, sebuah negara di barat Afrika bekas jajahan Portugal, tersebut dengan cepat beradaptasi dan memberi bukti. Dalam empat laga, Camara telah mencetak dua gol.
Satu gol di semifinal pertama melawan PSIS Semarang dan satunya lagi di leg pertama final menghadapi Borneo FC.
”Saya bermain bagus karena seluruh tim benar-benar mendukung dengan baik,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Padahal, seperti diakuinya, para pemain belakang yang dia hadapi di turnamen pramusim itu berkualitas. ”Ternyata, bek di Indonesia juga cukup tangguh, sulit menghadapi mereka. Tapi, saya selalu bekerja keras,’’ katanya.
Kalau ada sejumlah debutan yang terdepak karena performa mereka di Piala Presiden, Camara berada di kutub yang berbeda. Bersama Matheus Pato dan Karim Rossi di antaranya, dia termasuk para petualang baru yang kiprahnya menonjol sejauh ini.
Pato malah memimpin daftar pencetak gol terbanyak sampai dengan final leg pertama dengan enam gol. Itu masih ditambah peluang membawa Borneo FC juara meski di leg pertama tim berjuluk Pesut Etam tersebut kalah 0-1 oleh Singo Edan.
Pelatih Borneo FC Milomir Seslija mengaku tidak kaget dengan performa pemain asal Brasil itu. ”Dia semakin bagus di setiap laga. Selalu mau improve untuk laga berikutnya. Dia juga mudah diajak kerja sama,’’ puji Milo.
Milo juga menyebut Pato punya semangat juang yang tinggi. ”Dia tipikal striker yang sangat haus gol. Saya yakin Pato akan menjadi salah satu striker terbaik di Liga 1,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Seperti Camara, Karim Rossi menyebut kekompakan dan ambisi Dewa United membuatnya nyaman bermain. Buntutnya, dua gol dari empat laga sudah dikontribusikan pemain asal Swiss berdarah Maroko itu.
Persebaya Surabaya juga punya senjata baru di dalam diri Silvio Junior. Meski penampilannya di pramusim tidak sesuai harapan, pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut pemain asal Brasil itu sudah klop dengan tim.
”Perkembangannya luar biasa,” puji Aji.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
