
Pratama Arhan (kiri) yang pernah memperkuat tim EPA U-18 PSIS Semarang dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Piala Menpora 2021.
JawaPos.com - Pratama Arhan kini memetik buah proses penempaan berjenjang yang dijalaninya. Tak hanya jadi pilihan utama di PSIS Semarang, dia juga mendapat kepercayaan penuh di tim nasional (timnas).
Pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah, itu dimatangkan lewat kompetisi Elite Pro Academy (EPA). Pada 2019, dia memperkuat PSIS di dua kategori sekaligus, EPA U-18 dan U-20. Otomatis jam bermainnya pun jadi lebih banyak.
”EPA kompetisi yang bagus. Membantu kami sebagai pemain sampai akhirnya bisa ke timnas U-19, U-23, dan senior,” ujarnya
EPA kali pertama diselenggarakan pada 2018. Tahun itu baru mencakup kelompok U-16. Setahun kemudian ditambah kategori U-18 serta U-20. EPA dilaksanakan bersamaan dengan pergelaran Liga 1.
Arhan satu dari sederet bintang muda yang kini mulai melambung di Liga 1 setelah ditempa di EPA. Sebagian di antaranya bahkan terpanggil ke skuad timnas kelompok umur dan senior.
Di Persebaya Surabaya, misalnya, ada Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Akbar Firmansyah, dan M. Supriadi. Alfriyanto Nico dan Taufik Hidayat di Persija Jakarta contoh lainnya. Juga Riyatno Abiyoso dan Malik Risaldi di Persela Lamongan.
Menurut Arhan, jam terbang yang dia dapat di EPA membuatnya tak gentar bersaing dengan yang lebih senior. ”Yang terpenting bisa fokus dan konsentrasi. Nanti pelatih yang menentukan siapa yang main,” katanya kepada Jawa Pos sebelum keberangkatan ke Turki untuk menjalani pemusatan latihan timnas senior proyeksi Piala AFF.
Penyerang Persija Jakarta Taufik Hidayat juga mengakui jenjang EPA mulai U-16 sampai U-20 sangat membantunya berkembang. Pada EPA 2019, Taufik top scorer Persija U-20 dengan 12 gol. ”EPA bagus buat wadah pemain untuk bermain lebih baik dan bisa bermain lebih reguler,” katanya.
Secara mental, dia juga jadi lebih siap. Misalnya menghadapi persaingan dengan penyerang gaek asal Kroasia Marko Simic di lini depan skuad utama Persija sekarang. ”Persaingan dengan senior malah jadi motivasi,” tuturnya.
YANG SEMPAT DIGADANG-GADANG
Setidaknya, sejak era Liga Indonesia pada awal 1990-an, Indonesia selalu punya wonderkid, pemain dengan bakat besar yang digadang-gadang jadi bintang besar.
KURNIAWAN DWI YULIANTO
13 Juli 1975/Penyerang
Klub terakhir: Persipon Pontianak
Caps timnas: 59/33 gol
Sampdoria dan FC Luzern, semua berharap kepadanya bahkan sejak dia masih di PSSI Primavera. Tapi, Kurus –sapaan akrabnya– tak pernah bisa balik ke Eropa lagi. Membawa Indonesia ke final Piala Tiger (kini Piala AFF) dan SEA Games, tapi selalu gagal meraih gelar/medali emas.
ANDIK VERMANSAH
23 November 1991/Gelandang/Penyerang
Klub kini: Bhayangkara FC
Caps timnas: 21/2 gol
Ramai-ramai dijuluki ”Messi-nya Indonesia”, kiprah terjauh Andik di level klub cuma sampai Malaysia. Membawa Indonesia ke final level Asia Tenggara di timnas kelompok umur maupun senior, tapi selalu kandas di partai puncak.
EVAN DIMAS DARMONO
13 Maret 1995/Gelandang
Klub kini: Bhayangkara FC
Caps timnas: 29/7 gol
Hwang Hee-chan yang kini bermain di Wolverhampton Wanderers membela Korsel yang dikalahkan timnas U-19 (2-3) dalam kualifikasi Piala Asia U-19. Evan mencetak dua gol di laga tersebut. Sebesar itu bakat Evan, jadi banyak yang sebenarnya berharap kariernya bisa lebih tinggi daripada yang dia capai sekarang.
EGY MAULANA VIKRI
7 Juli 2000/Penyerang/Gelandang
Klub kini: FK Senica
Caps timnas: 5/1 gol
Postur dan gaya permainan membuatnya juga dijuluki ”Messi-nya Indonesia”. Performanya meningkat sejak membela klub Slovakia FK Senica. Egy harus berusaha keras bisa terus bermain di Eropa jika ingin kariernya mengepak tinggi, setinggi harapan orang kepadanya.
Dari berbagai sumber

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
