
Banjir di SMPN 2 Tanggulangi mulai Surut, Sidoarjo, Kemarin (4/3)
JawaPos.com - Gegap gempita sepak bola Indonesia memang menghilang dari lapangan dan tribun-tribun stadion. Tapi tidak di layar komputer, laptop, atau gawai.
Sebanyak 535 ribu viewer tercatat di sepanjang Indonesian Football e-League (IFeL). Jumlah itu terbesar di dunia, mengalahkan liga-liga serupa di Eropa dan Asia yang lebih dulu ada. ”Jadi most viewers virtual football,” jelas Ketua IFeL Putra Sutopo kepada Jawa Pos.
Dihadirkan melalui game Pro Evolution Soccer (PES), kerinduan suporter di tanah air menyaksikan tim idola masing-masing bertanding sedikit terobati. Sebanyak sepuluh tim Liga 1 berpartisipasi. ”Persebaya dan Tira-Persikabo sebenarnya juga mau ikut, tapi sayangnya telat mendaftar,” kata Putra.
Tingginya animo terhadap IFeL ini juga yang membuat klub-klub serius membina tim e-sport masing-masing. IFeL juga berencana mengajak ke-18 tim Liga 1 untuk berkompetisi di tahun ini.
Putra mengatakan, pihaknya sedang menata ekosistem. Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama pemangku kepentingan yang lebih luas. Dia berencana bekerja sama dengan PSSI agar sama-sama memandang e-sport sebagai salah satu jenis hiburan lain di sepak bola.
”Jadi, IFeL ini bisa jadi pre-event ketika nanti kompetisi bisa berjalan. Misalnya, IFeL main jam 5 sore, sepak bolanya main jam 7 malam,” ungkapnya.
Photo
BENTUK DUKUNGAN: Ketua Umum PSSI Moch Iriawan menyerahkan hadiah kepada Rizky Faidan, juara IFeL 2020. (INSTAGRAM IFEL)
Ketua Umum PSSI Moch. Iriawan sudah menunjukkan dukungan dengan menghadiri grand final IFeL tahun lalu. Sekaligus menyerahkan hadiah kepada player PSS Sleman Rizky Faidan yang jadi juara.
”Ini menghibur. Saya melihat bagaimana mereka memainkan timnya, mereka luar biasa,” ungkap Iwan Bule, sapaan akrab Moch. Iriawan, ketika itu.
Baca juga: Lebih dari Sekadar Ganti Logo dan Jersey
Iwan juga mendorong semua klub, khususnya Liga 1, agar mengembangkan e-sport. Minimal punya tim e-sport yang bisa ikut IFeL tahun ini. ”Karena memang di saat pandemi begini, ini event yang bisa diakomodasi. Ada beberapa yang belum ikut. Mudah-mudahan ke depannya semua bisa ikut untuk membantu liga ini lebih besar lagi,” harapnya.
Dukungan juga datang dari Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 dan 2 Akhmad Hadian Lukita. Dia menyebutkan, pihaknya sudah merancang untuk membuat kompetisi e-sport musim ini. ”Tadinya berencana ada satu-dua bulan setelah Liga 1 jalan. Tapi, karena izin belum jelas, bisa jadi e-sport duluan,” paparnya.
Baca juga: Sukses di Lapangan Hijau, Arena Basket, dan Layar Konsol
Masalah sponsor, Lukita menuturkan, nanti tidak akan berbeda dengan Liga 1. Regulasinya pun sudah disusun sedemikian rupa oleh LIB. ”Semua klub wajib ikut dan player pertama harus berasal dari kota klub tersebut. Misalnya, Persebaya harus dari Surabaya,” ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=YqT9g7U9uVg

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
