Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Januari 2021 | 01.56 WIB

Sudah Banyak Laporan Terkait Permasalahan Kontrak

Pemain Persija, Evan Dimas (tengah) merayakan gol yang dicetaknya bersama Rezaldi Hehanusa dan Novri Setiawan (kanan) saat melawan tuan rumah Bhayangkara FC, pada lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu 14/3/2020. Pertandingan berakhir imbang denga - Image

Pemain Persija, Evan Dimas (tengah) merayakan gol yang dicetaknya bersama Rezaldi Hehanusa dan Novri Setiawan (kanan) saat melawan tuan rumah Bhayangkara FC, pada lanjutan Liga 1 di Stadion PTIK Jakarta, Sabtu 14/3/2020. Pertandingan berakhir imbang denga

JawaPos.com – Setelah cukup lama diam atas ketidakjelasan kompetisi, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) akhirnya angkat bicara. Melalui surat resmi yang dikirimkan kepada PSSI kemarin (6/1), APPI meminta PSSI segera memutuskan kejelasan kompetisi.

Sebab, sudah banyak laporan dari pemain yang masuk terkait permasalahan kontrak dengan klub.

General Manager APPI Ponaryo Astaman mengungkapkan, dalam surat tersebut, pihaknya tidak hanya meminta kejelasan kompetisi kepada PSSI. Apakah kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dilanjutkan atau dihentikan.

Baca Juga: Di Grup WA, Hansamu Menyampaikan Sikap Pemain ke Manajemen Persebaya

Dalam surat tersebut, juga dicantumkan beberapa poin terkait permasalahan yang muncul karena ketidakpastian kompetisi.

’’Selain laporan beberapa pemain yang telah diputus kontrak dan dibubarkan timnya, ada konfirmasi tentang isu regulasi yang mengatakan pemain tidak dapat pindah klub lain dalam lanjutan liga nanti. Ini jelas melanggar aturan FIFA,’’ jelasnya.

Ponaryo menegaskan, walau nantinya sudah ada keputusan dari PSSI, baik itu dilanjutkan maupun dihentikan terkait kompetisi, laporan-laporan yang masuk ke APPI akan tetap diproses.

Bahkan, jika klub tidak punya iktikad baik untuk menyelesaikannya, APPI tidak segan membawanya ke ranah NDRC untuk proses lebih lanjut agar dijatuhi hukuman.

’’Analoginya, saya punya utang tiga bulan ke Anda, lalu bulan ini distop, masak utang yang kemarin dianggap lunas? Tidak kan, tetap berlanjut utangnya,’’ jelasnya.

Hal yang sama nanti berlaku untuk para pemain yang terikat kontrak jangka panjang. Klub tetap harus membayar sisa kontrak di tengah ketidakjelasan seperti sekarang. Bukan berhenti dengan alasan tidak ada kompetisi.

’’Karena itu, kami mendesak agar ada keputusan cepat mengenai kompetisi. Berdasar keputusan tersebut, nanti dibicarakan lagi antarklub dan pemain yang terikat kontrak jangka panjang. Itulah pentingnya keputusan,’’ paparnya.

Sekali lagi, mantan gelandang timnas Indonesia itu mengingatkan betapa sangat pentingnya hasil rapat Exco PSSI pada pertengahan Januari ini. Betapa pentingnya keputusan yang akan dihasilkan terkait kompetisi.

Menurut dia, keputusan tersebut bisa mengakhiri masa ’’gantung’’ yang dirasakan klub mengenai kompetisi.

Sebab, pada masa ’’gantung’’ seperti saat ini, klub memang yang paling banyak dirugikan. Mereka tetap punya kewajiban membayar pemain yang masih terikat kontrak. ’’Jangan salahkan pemain, karena itu konsekuensinya. Ini yang harus dimengerti PSSI,’’ bebernya.

Nah, kejelasan kompetisi juga penting untuk pemain. Kenapa? Sebab, para pemain bisa langsung berkonsentrasi ke depan. Tak lupa, Ponaryo juga meminta keputusan yang diambil, jika kompetisi akan dilanjutkan, dibarengi dengan waktu persiapan yang bagus.

’’Sebab, jika waktu persiapan singkat, ada risiko tinggi pemain cedera. Kalau cedera, cost-nya yang nanggung siapa lagi kalau bukan klub,’’ pungkasnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore