
Photo
JawaPos.com – Pandemi korona berdampak pada bisnis kuliner Dedi Kusnandar. Pendapatan restoran pemain Persib Bandung itu menurun drastis. Namun, Dedi memang berjiwa bisnis. Dia memanfaatkan masa pandemi ini dengan berjualan masker.
Satu per satu masker buatan pegawainya dicek secara detail. Dedi Kusnandar pun tak ragu meminta untuk membuat ulang masker yang dirasa tak sesuai dengan harapan. Dia tidak ingin pembeli kecewa jika masker yang dijual asal-asalan. Atau, tidak sesuai dengan apa yang dia promokan.
Ya, seperti itulah kesibukan Dedi akhir-akhir ini. Gelandang Persib Bandung tersebut harus mengawasi bisnis yang baru dijalani beberapa minggu terakhir. Bisnis yang saat ini menjadi penopang hidupnya ketika gaji sebagai pemain pesepak bola dipotong.
Dia tidak ingin main-main kali ini. Walaupun masih punya beberapa kos-kosan hingga bisnis laundry, Dedi ingin bisnisnya kali ini bisa menjadi ’’pelampiasan’’. Sebab, bisnis sebelumnya berupa restoran yang menjual makanan khas seperti ceker ayam hampir bangkrut gara-gara pandemi korona.
Ya, sebelum nyemplung di dunia permaskeran, pemain 28 tahun itu memang nyaman dengan bisnis restoran. Dibangun pada 2016, tepat sebelum dia menikah dengan Lerry Alfani pada 2017, kini omzet restoran miliknya menurun drastis gara-gara korona.
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat pelanggannya yang sering ngandok berkurang. Akibatnya, pemasukan yang besar dari jualan menurun. Bahkan merugi dan hampir tutup. ’’Sekarang memang hanya delivery,’’ katanya.
Tentu hal tersebut membuat dia frustrasi. Sebab, bisnis itu dikembangkan mati-matian di sela kesibukannya sebagai pesepak bola. Untung, naluri bisnis yang dipupuk keluarga sejak kecil membuatnya kembali bangkit. Dia pun punya ide melakoni bisnis lain, yakni jualan masker. ’’Diajarin ibu sejak kecil, ketika ada modal disuruh berbisnis. Karena dulu sering kuliner, makanya memilih bisnis kuliner jualan makanan ceker ayam,’’ tuturnya.
Kenapa masker? Dedi menuturkan, bisnis tersebut merupakan hasil diskusi dengan istri. Setelah restorannya tutup, pemain yang pernah merumput di Sabah FA pada 2016 itu memikirkan bisnis apa yang kira-kira bisa ’’laris’’ selama pandemi korona. Yang diketahuinya hanya kuliner karena punya pengalaman dari situ. ’’Lalu, sama-sama punya ide kenapa tidak jualan masker, tapi tentu masker yang berbeda,’’ bebernya.
Dia melihat kebutuhan masker cukup besar saat ini. Karena itu, semua kebutuhan dan pengetahuan untuk membuat masker dicari. Google dan beberapa kenalan yang terjun lebih dulu di bisnis masker menjadi gurunya. Beberapa minggu terakhir, bisnis masker itu pun jalan. ’’Memang masker saya tidak ada ciri khas, tapi ini handmade dan lebih nyaman karena berbahan premium. Yang lebih unggul lagi, harganya bisa bersaing,’’ bebernya.
Selain menjadi pengawas kualitas maskernya, Dedi tidak segan turun langsung untuk mempromokan dagangannya. Baik melalui Instagram pribadi maupun serambi perdagangan elektronik. Dia dan sang istri pun didapuk menjadi model masker jualannya.
Berkat keuletannya, bisnis masker yang baru dijalani berbuah manis. Saat ini hampir setiap hari ada saja yang memesan masker bikinannya. ’’Biasanya ada yang datang beli langsung ke tempat laundry milik istri, ada juga yang dari online. Alhamdulillah,’’ ungkapnya.
Penghasilannya dari bisnis masker memang tidak sebesar ketika menggeluti dunia kuliner. Namun, Dedi tetap bersyukur. Yang pasti, selama pandemi korona, dia tetap berusaha agar dapurnya mengepul ketika gaji sebagai pesepak bola tidak maksimal. ’’Disyukuri dan dijalani dengan baik saja,’’ paparnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
