
Photo
JawaPos.com – Wisma Persebaya saat ini diambil alih oleh Pemkot Surabaya. Kondisi itu membuat kompetisi internal Persebaya Surabaya harus dipindah ke lapangan Brigif, Gedangan, Sidoarjo. Tapi, pihak pemkot memastikan, pengelolaan wisma akan dikembalikan ke Persebaya.
Namun, tidak dalam waktu dekat. Sebab, saat ini Wisma Persebaya sedang direnovasi. Sebab, Lapangan Persebaya akan digunakan sebagai salah satu tempat latihan tim peserta Piala Dunia U-20 tahun depan. Surabaya memang ditunjuk sebagai salah satu calon tuan rumah.
OBJEK SENGKETA: Seorang petugas di Wisma Persebaya melewati kompleks yang kini kosong. Persebaya menggugat pemkot terkait wisma tersebut. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
Persebaya Surabaya
”Kami sudah rapat dengan Bapekko Surabaya. Kalau proses renovasi rampung, pasti pengelolaan kami kembalikan ke Persebaya. Ini hanya masalah waktu,” kata Yusar, jaksa pengacara negara (JPN) Pemkot Surabaya, kepada Jawa Pos setelah sidang gugatan Wisma Persebaya kemarin sore.
Dia menambahkan, pengosongan dilakukan agar renovasi berjalan lancar. ”Ini kan aset pemkot. Jadi ya harus dipatuhi aturannya,” tambah Jafar.
Saat ini persoalan Wisma Persebaya tengah disidangkan. Sidang memasuki agenda pembacaan bukti di Pengadilan Negeri Surabaya kemarin siang. PT Persebaya Indonesia selaku penggugat menghadirkan dua saksi. Yakni, mantan pemain dan pelatih Persebaya, Totok Risantono. Satu lagi adalah Dadi Riscahyanto. Dia adalah mantan komisi pengadil tim internal dari 1987 hingga 2000.
Dalam kesempatan itu, keduanya bersaksi bahwa Wisma Persebaya sejak dulu dikelola manajemen Green Force. Tapi, kuasa hukum Pemkot Surabaya Setijo Boesono mengaku hak kepemilikan itu tidak relevan. ”Kalau penggunaan (oleh Persebaya, Red) memang iya. Kalau kepemilikan itu jadinya tidak pas ya,” katanya.
Dalam sidang kemarin, sekitar 100 Bonek hadir. Pentolan Bonek Andi Peci berharap ada itikad baik dari pihak pemkot. Yakni, segera menyerahkan pengelolaan Wisma Persebaya ke fungsi awalnya. ”Kehadiran kami sebenarnya independen. Tapi, sebagai pencinta sepak bola, kami miris melihat pemain main di Sidoarjo. Ini problem serius,” katanya.
Dia berharap ada dialog antara pemkot, Persebaya, dan Bonek. Hal itu harus dilakukan agar segera ada titik temu soal Wisma Persebaya. ”Kami sampaikan agar musyawarah saja. Kami nggak ingin sampai harus ada aksi yang lebih besar dari Bonek,” tegas pria yang bernama asli Andi Kristiantono itu.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
