
Robert Lima saat akan menumpang rantis untuk pertama kalinya.
JawaPos.com - Bagi Robert Lima Guimaraes, sepak bola Indonesia akan memberi kenangan tersendiri. Pasalnya, untuk kali pertama sepanjang berkarir sebagai pemain sepak bola, Robert harus naik kendaraan taktis (rantis). Baik menuju atau pulang dari stadion.
Hal itu dirasakan striker bertubuh gempal itu saat Arema FC bertandang ke Stadion si Jalak Harupat untuk bertemu Persib Bandung, Senin (18/2). Seluruh pemain Arema memang menumpang rantis demi menghindari ulah oknum suporter yang ingin memberi pressure kepada tim tamu.
Ada tiga unit rantis yang disediakan oleh Brimob Kelapa Dua. Prosedur ekstra ini dilakukan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pemain Arema FC. Ini sebagai antisipasi andaikan ada oknum suporter yang melakukan aksi buruk.
Bagi Robert Lima, naik rantis jelas menjadi pengalaman pertamanya. ”Ini pengalaman pertama saya. Sebelumnya tidak pernah. Tapi normal saja,” ujar dia.
Hal yang sama juga dirasakan bek Ikhfanul Alam. Meski tercatat sebagai anggota polisi, Alam baru kali ini naik rantis. ”Meski enam tahun jadi Brimob, saya baru ini naik rantis. Saat latihan dulu sering naik truk,” kata Alam sambil tertawa.
Berbeda dengan Robert dan Alam, Kurniawan Kartika Ajie sudah pernah naik rantis ke stadion. ”Sudah beberapa kali ini,” kata dia.
Untungnya, sepanjang perjalanan hingga sampai di stadion, tidak ada gangguan berarti yang dihadapi rombongan tim. Pemain juga terlihat rileks. Ada yang sibuk dengan smartphone-nya, ada pula yang bercanda satu sama lain.
Sebelumnya, Pelatih Kiper Yanuar Begal Hermansyah mengaku, penggunaan rantis menuju tempat pertandingan memang untuk keamanan. ”Sudah biasa seperti ini, dan tidak menggangu tim,” kata dia.
Saat di dalam stadion, tekanan lebih besar dihadapi para pemain. Tidak sampai ada pelemparan memang. Tapi, teriakan 'huuu' saat pemain Arema membawa bola menjadi tekanan tersendiri. Terutama bagi Makan Konate yang menjadi pemain paling disorot Viking dan Bobotoh.
Maklum, Konate pernah menjadi pemain kesayangan Bobotoh dan Viking. Yakni ketika pemain berkewarganegaraan Mali itu membela Persib antara 2013-2015. Konate bahkan mengantarkan Persib merebut juara Indonesian Super League (ISL) pada 2014 lalu.
Meski begitu, usai pertandingan, 'teror' itu tak lagi dirasakan Konate. Sejumlah suporter tuan rumah bahkan meminta Konate foto bareng saat dirinya berjalan menuju rantis setelah laga.
Karena rivalitas hanya berlangsung 90 menit saja. Di luar lapangan semuanya bersaudara.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
