Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Oktober 2018 | 07.35 WIB

Diteriaki Sebagai Bonek, Enggan Lapor Polisi dengan Alasan Loyalitas

Ambon menunjukkan kepalanya yang terkena bogem mentah - Image

Ambon menunjukkan kepalanya yang terkena bogem mentah

Di balik laga Super Derby Jatim yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya, Sabtu (6/10) terdapat kisah pilu. Salah satu Aremania, Muslimin harus berobat ke rumah sakit karena jadi korban pengeroyokan.


DIAN AYU ANTIKA HAPSARI, Malang



Muslimin, 28, masih belum bisa beraktivitas seperti biasa. Aktivitasnya hanya sekitar rumahnya yang sederhana di Muharto, Kota Malang, Jawa Timur.


Dia hanya bisa menahan sakit di sekitar kepala dan dadanya. Bahkan, menurut cerita Muslimin yang akrab disapa Ambon itu, dada sebelah kiri mengalami memar yang cukup parah.


"Dipakai bernapas susah, masih sakit," katanya kepada JawaPos.com, menahan nyeri di dada, Senin (8/10).


Ambon merupakan korban salah sasaran saat menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (6/10) sore WIB. Dia jadi sasaran amuk massa di tribune ekonomi 10 karena ada salah satu Aremania yang meneriakinya sebagai Bonek. Alhasil, puluhan kali bogem mentah dia rasakan di sekujur tubuh.


Ambon bercerita, saat itu dia tengah menyaksikan pertandingan sakral itu bersama dengan istri dan anaknya. Awalnya dia duduk di tribune tujuh. Karena tempat itu ramai akhirnya dia pindah ke tribune 10.


Begitu sampai di tribune 10, selama beberapa saat, tiba-tiba ada seseorang yang dia kenal melempar botol air mineral. Botol itu mengenai kepala anaknya yang masih berusia 15 bulan, Mikaila.


Mendapati anaknya terkena lemparan dari Aremania arah belakang, sebagai bapak dia merasa harus melindungi buah hati semata wayangnya. Akhirnya dia menghampiri penonton di tribune belakangnya. Ambon menegur Aremania yang melemparkan botol ke arah depan.


"Saya tegur, Mbak. Namanya anak kena lempar sebagai orang tua jelas saya marah. Saya tegur ke orang itu," cerita laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang itu.


Rupanya teguran itu membuat si pelempar botol tersinggung. Alih-alih minta maaf, dia justru meneriaki Ambon sebagai Bonek. Aremania yang menonton tersulut. Tanpa tanya, tanpa konfirmasi, mereka langsung menggebuki Ambon. Dia sempat menjadi bulan-bulanan Aremania.


Meskipun sudah berteriak bahwa dia adalah Aremania, rupanya para penonton yang sudah tersulut emosi hanya karena 'Bonek' tetap memukulinya tanpa ampun. Ambon sempat akan mengeluarkan KTP miliknya untuk membuktikan bahwa dia adalah warga Malang. Sayang, belum sempat KTP keluar, pukulan mentah terus mengarah ke tubuhnya.


Beruntung ada teman Ambon yang melihat kejadian itu. Dengan sigap dia membantu temannya terbebas dari amuk massa yang tidak tahu apa-apa itu. Dia juga meminta bantuan dari tim keamanan untuk menyelematkan Ambon. "Ditarik sama bapak-bapak tentara," katanya.


Usai kejadian pahit itu, Ambon segera pulang bersama dengan istri dan anaknya. Pertandingan yang masih berjalan 30 menit itu dia tinggalkan.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore