
Persip mengharapkan keajaiban agar tak terhindar dari degradasi
JawaPos.com - Usai kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara, perjuangan Persip Pekalongan untuk menghindari jurang degradasi sangat berat. Menempati posisi ketujuh dalam klasemen sementara diGrup 3, Persip butuh keajaiban untuk meraih posisi empat, posisi yang aman dari degradasi lewat jalur play-off.
Persip sendiri menyisakan tiga pertandingan, menjadi tuan rumah dalam laga melawan PSGC dan dua kali tandang menghadapi PSCS Cilacap dan Persibas Banyumas. Berdasar itu, peluang Persip untuk lolos dari degradari nyaris tertutup.
Berdasar lawan yang akan dihadapi, ketiganya merupakan kesebelasan yang dalam klasemen sementara berada diatas Persip. PSGC saat ini menempati posisi dua, PSCS Cilacap berada di posisi kelima sementara Persibas di tiga besar.
Jika berhasil mengamankan poin penuh dalam laga kandang dan setidaknya memaksakan dua kali hasil imbang dalam dua laga tandang, Persip tetap masih harus berharap pada hasil laga tim lain yang dalam posisi klasemen berada diatas Persip.
"Mukjizat itu," ujar pelatih Persip, Didik Listyantoro mengenai peluang Persip menggapai posisi empat, seperti dilansir Radar Pekalongan (Jawa Pos Group).
Saat ini, yang menjadi fokus dan targetnya hanya memaksimalkan sisa laga yang ada untuk tidak berada di posisi buncit dalam klasemen. "Ya mungkin peluang sudah tertutup, mungkin hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan tim dari degradasi. Tapi anak-anak tetap all out untuk bisa mencapai peringkat kelima," imbuhnya.
Didik menambahkan, "Peringkat kelima sampai delapan tetap degradasi, tapi setidaknya tiga pertandingan sisa kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan permainan terbaik".
Mengenai kendala tim selama mengarungi 11 pertandingan di Liga 2, Didik menyebut kematangan pemain belum terbentuk. Faktornya masih ada beberapa pemain muda, dan belum berpengalaman dalam mengarungi kompetisi. Sehingga visi bermain dan ketenangan pemain di lapangan dinilai kurang.
"Banyak pemain yang belum stabil. Mungkin untuk musim depan mereka sudah siap. Mereka belum memiliki ketenangan, itu bisa dilihat dari kemampuan pemain dalam menyelesaikan peluang. Beberapa peluang harusnya bisa gol tapi ternyata tidak," jelas Didik.
Terkait komposisi pemain yang tersedia, Didik menyatakan bahwa memang masih ada beberapa posisi yang kurang. Idealnya menurut Didik, komposisi pemain terdiri dari pemain yang sudah berpengalaman dalam kompetisi baik Liga 1 atau Liga 2. Ditambah pemain baru yang punya skill dan teknik yang baik meskipun belum berpengalaman.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
