Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2017 | 19.19 WIB

Persip Butuh Keajaiban untuk Terhindar dari Jerat Degradasi

Persip mengharapkan keajaiban agar tak terhindar dari degradasi - Image

Persip mengharapkan keajaiban agar tak terhindar dari degradasi

JawaPos.com - Usai kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara, perjuangan Persip Pekalongan untuk menghindari jurang degradasi sangat berat. Menempati posisi ketujuh dalam klasemen sementara diGrup 3, Persip butuh keajaiban untuk meraih posisi empat, posisi yang aman dari degradasi lewat jalur play-off.


Persip sendiri menyisakan tiga pertandingan, menjadi tuan rumah dalam laga melawan PSGC dan dua kali tandang menghadapi PSCS Cilacap dan Persibas Banyumas. Berdasar itu, peluang Persip untuk lolos dari degradari nyaris tertutup.


Berdasar lawan yang akan dihadapi, ketiganya merupakan kesebelasan yang dalam klasemen sementara berada diatas Persip. PSGC saat ini menempati posisi dua, PSCS Cilacap berada di posisi kelima sementara Persibas di tiga besar.


Jika berhasil mengamankan poin penuh dalam laga kandang dan setidaknya memaksakan dua kali hasil imbang dalam dua laga tandang, Persip tetap masih harus berharap pada hasil laga tim lain yang dalam posisi klasemen berada diatas Persip.


"Mukjizat itu," ujar pelatih Persip, Didik Listyantoro mengenai peluang Persip menggapai posisi empat, seperti dilansir Radar Pekalongan (Jawa Pos Group).


Saat ini, yang menjadi fokus dan targetnya hanya memaksimalkan sisa laga yang ada untuk tidak berada di posisi buncit dalam klasemen. "Ya mungkin peluang sudah tertutup, mungkin hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan tim dari degradasi. Tapi anak-anak tetap all out untuk bisa mencapai peringkat kelima," imbuhnya.


Didik menambahkan, "Peringkat kelima sampai delapan tetap degradasi, tapi setidaknya tiga pertandingan sisa kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan permainan terbaik".


Mengenai kendala tim selama mengarungi 11 pertandingan di Liga 2, Didik menyebut kematangan pemain belum terbentuk. Faktornya masih ada beberapa pemain muda, dan belum berpengalaman dalam mengarungi kompetisi. Sehingga visi bermain dan ketenangan pemain di lapangan dinilai kurang.


"Banyak pemain yang belum stabil. Mungkin untuk musim depan mereka sudah siap. Mereka belum memiliki ketenangan, itu bisa dilihat dari kemampuan pemain dalam menyelesaikan peluang. Beberapa peluang harusnya bisa gol tapi ternyata tidak," jelas Didik.


Terkait komposisi pemain yang tersedia, Didik menyatakan bahwa memang masih ada beberapa posisi yang kurang. Idealnya menurut Didik, komposisi pemain terdiri dari pemain yang sudah berpengalaman dalam kompetisi baik Liga 1 atau Liga 2. Ditambah pemain baru yang punya skill dan teknik yang baik meskipun belum berpengalaman.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore