
EMPAT RACHMAT: Rachmat
JawaPos.com- Ada empat Rachmat di skuad Persebaya Surabaya. Tetapi, yang paling menyita perhatian adalah duet Rachmat di lini belakang. Yakni, duet Rachmat Latief dan Rachmat ”Rian” Irianto.
Meski debut tandem, keduanya berhasil mencatatkan clean sheet bagi Persebaya saat melawan PSIS Semarang Minggu lalu (19/3). Bukan tidak mungkin, kombinasi mereka bakal menjadi prioritas pelatih Iwan Setiawan untuk lini belakang di Liga 2 nanti. Sebelum bertandem dengan Latief, sejatinya Rian –sapaan Rachmat Irianto– berduet dengan Rahmat yang lain, yakni Rahmat Juliandri, saat bertandang ke markas PSIS pekan lalu (12/3). Namun, kala itu Persebaya keok 0-1.
’’Baru kali ini, sepanjang karir saya, berduet dengan stoper 17 tahun. Padahal, kalau dilihat dari cara mainnya, dia (Rian) seperti sudah sangat pengalaman, tapi nggak tahunya masih SMA,’’ kata Latief.
Pernyataan mantan pemain Pusamania Borneo Football Club (PBFC) tersebut benar adanya. Rian tidak canggung untuk berduel udara. Satu lagi kemampuannya yang jadi nilai plus; komunikatif.
Usia Latief dan Rian terpaut cukup jauh, yakni sebelas tahun. Tidak sedikit yang sangsi Rian bisa berkolaborasi dengan Latief. Apalagi, Latief baru menginjakkan kaki di Surabaya hanya tiga hari menjelang pertandingan. Tetapi, faktanya berbeda.
’’Enak duet sama Rian. Dia sudah mengerti dasar-dasar pertahanan yang baik seperti apa,’’ imbuh pemain asal Makassar itu. ’’Namun, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi. Misalnya, saat menghadapi situasi counterattack. Saya akan terus mendampingi Rian dan kami akan saling mengevaluasi,’’ ujarnya.
Pengalaman Rian yang harus berduet dengan senior seolah menapak tilas jejak sang ayah yang juga mantan kapten Persebaya Bejo Sugiantoro. Saat melakoni debut profesional pada Ligina 1 1994, Bejo juga harus berkolaborasi dengan dua seniornya, yakni Mursyid Effendi dan Putu Gede.
Meski sama-sama harus bertandem dengan penggawa senior, ada kondisi yang berbeda antara Rian dan Bejo. Kerja sama Bejo dengan dua seniornya itu terjadi sejak di Persebaya U-21. Jadi, saat di tim senior, komunikasi tiga pemain tersebut sudah matang. Hanya perlu pembenahan beberapa hal.
’’Pokoknya, turuti semua saran pelatih dan senior. Satu yang pasti, setiap kesalahan senior di lapangan sebisanya harus kamu yang cover,’’ ujar Bejo saat memberikan saran kepada anak sulungnya itu.
Oya satu Rachmat lagi di Persebaya adalah Rachmat Affandi yang berposisi sebagai striker. (io/c7/bas)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
