Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Maret 2017 | 19.50 WIB

Ada Kecemasan Jika Go-Jek Jadi Titel Kompetisi Liga 1

PSSI saat melakukan sosialisasi Liga 1 pada Kamis (16/3) lalu di Jakarta. - Image

PSSI saat melakukan sosialisasi Liga 1 pada Kamis (16/3) lalu di Jakarta.

JawaPos.com - Perusahaan transportasi modern berbasis online, Go-Jek, kabarnya menggelontorkan Rp 100 miliar untuk menjadi titel sponsor kompetisi Liga 1. Namun, hal itu ternyata memicu kecemasan di beberapa kalangan.


Status Go-Jek sebagai sponsor utama kompetisi PSSI terungkap saat rapat sosialisasi Liga 1 di Jakarta tiga hari lalu. Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan memberikan sinyal sudah menggaet perusahaan transportasi online Indonesia tersebut selama satu musim.


"Rencananya titel kompetisi Liga 1 menggunakan nama perusahaan itu," beber Berlinton setelah sosialisasi tersebut.


Tak sedikit yang merasa aneh andai Go-Jek menjadi tajuk kompetisi yang semula diberi nama Liga 1 Indonesia. Keraguan bahkan datang dari tubuh PSSI sendiri. “Kalau bukan Liga 1 Go-Jek, ya, Liga Super Go-Jek nama kompetisinya nanti,” ungkap Yunus Nusi, ketua Komite Kompetisi PSSI, kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group), Jumat (18/3).


Menurut Yunus, penamaan Go-Jek dalam titel kompetisi kurang sreg di sanubari. Karena itu, akan ada permintaan revisi dalam rapat yang kembali digelar Rabu (22/3) mendatang. Bukan tanpa alasan, Yunus menilai titel tersebut berpotensi menimbulkan gejolak. Hal itu tak lepas dari perseteruan antara Go-Jek dan sopir angkutan umum konvensional yang masih hangat di negeri ini.


“Kalau saya jadi sopir angkot, tentu akan membuat skenario di setiap pertandingan sepak bola. Misalnya tidak membawa penumpang yang ingin menonton kompetisi karena alasan nama liga. Kemungkinan itu pun terjadi di seluruh penjuru Tanah Air,” tuturnya memberi permisalan.


Langkah Go-Jek menjadi sponsor utama Liga 1 memang cukup mengejutkan. Pertanyaan turut mengemuka soal besaran dana yang digelontorkan untuk mendapat kompensasi tajuk kompetisi. Yunus buru-buru membantah ketika angka yang disebutkan media ini mencapai triliunan rupiah. “Enggak sampai, hanya berkisar Rp 100 miliar,” ungkapnya.


Pada era digital seperti sekarang, memang tidak menutup kemungkinan industri apapun mendanai kompetisi sepak bola. Dengan demikian, munculnya Go-Jek sebagai sponsor utama semestinya jadi hal lumrah.


Masuknya Go-Jek sebagai sponsor utama semakin melengkapi perusahaan besar lokal yang berandil dalam sepak bola nasional. Sebut saja Bank Mandiri, Torabika, dan perusahaan lain di industri rokok. (*/asp/*/abi/bby/k11/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore