Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Januari 2017 | 16.59 WIB

Herry Kiswanto: Gusti Allah Mboten Sare

KEMBALI: Herry Kiswanto dipercaya sebagai pelatih Persela Lamongan. - Image

KEMBALI: Herry Kiswanto dipercaya sebagai pelatih Persela Lamongan.


JawaPos.com- Bagi Herry Kiswanto, pemutihan kasus ’’sepak bola gajah’’ dan langsung dipinang klub kasta tertinggi adalah jawaban dari Allah atas doanya selama ini. Sejak dijatuhi sanksi seumur hidup terlibat di sepak bola gara-gara skandal antara PSS Sleman dan PSIS Semarang dua tahun lalu itu, Herry bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah.



Edy Rahmayadi, ketua umum PSSI sekarang, akhirnya mencabut hukuman untuk mantan kapten tim nasional (timnas) yang dua tahun lalu menangani PSS tersebut. ’’Saya sejak dulu memang optimistis masalah kami ini ada jalan keluarnya. Dan, jalan keluarnya itu sudah ada,’’ katanya. Berikut petikan wawancara Jawa Pos dengan Herry yang telah ditunjuk sebagai pelatih Persela Lamongan.







PSSI sudah mencabut sanksi seumur hidup atas diri Anda.



Sudah, saya mendapat salinan putusan PSSI itu akhir pekan lalu. Saya sangat berterima kasih atas ketegasan ketua umum PSSI (Edy Rahmayadi) dalam menyelesaikan masalah ini. Saya sejak dulu memang optimistis masalah kami ini ada jalan keluarnya. Dan, jalan keluarnya itu sudah ada.  



Apa yang membuat Anda optimistis?



Ada dukungan dari seluruh mantan pemain timnas yang terus memberikan informasi yang benar kepada ketua umum PSSI. Sebelum terpilih, ketua umum PSSI juga selalu melibatkan kami sebagai teman diskusi. Dalam kesempatan itu, saya selalu menceritakan kondisi yang sebenarnya terjadi dalam kasus ’’sepak bola gajah’’ itu.



Apa aktivitas Anda selama berada dalam sanksi PSSI?



Saya tidak menyerah. Saya terus meng-update ilmu kepelatihan dengan aktif mengikuti coaching clinic di berbagai daerah. Saya juga aktif menghadiri sejumlah kegiatan SSB (sekolah sepak bola) di beberapa daerah untuk mendorong percepatan pembinaan sepak bola usia muda. Sebab, kalau saya menyerah, itu sama saja dengan saya mengakui bahwa hukuman yang PSSI jatuhkan kepada saya itu benar adanya.



Dari mana Anda menghidupi keluarga setelah tidak lagi melatih selama dua tahun?



Alhamdulillah, karena saya orang yang dianiaya, Allah masih saja membuka pintu rezeki. Ada saja dermawan yang sering membantu saya. Selain itu, usaha kontrakan saya di Bandung berjalan lancar. Begitu juga lahan parkir saya di Jakarta tidak pernah sepi. Gusti Allah mboten sare (Gusti Allah tidak tidur)







Bagaimana penilaian Anda tentang Persela?



Persela adalah tim yang sederhana, tapi memiliki semangat besar. Tim ini bukan tim mewah yang memiliki banyak anggaran, tetapi punya pemain yang memiliki fighting spirit tinggi. Saya senang bisa menjadi bagian dari mereka. Saat ini kami akan mempertahankan 40 persen pemain musim lalu. Sementara itu, 60 persen lainnya kami incar di turnamen Piala Presiden nanti. (ben/ttg/fim)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore