
Para penggawa Arema FC menumpang Kereta Api Malioboro Expres dalam lawatan ke Purbalingga.
JawaPos.com - Lawatan Arema FC ke Purbalingga, langsung menghasilkan pengalaman tersendiri bagi dua pemain asing, Arthur Cunha da Rocha dan Fellipe Bertoldo. Apalagi, dalam lawatan itu, Felipe sempat dikerjai oleh Arthur.
Arthur dan Felipe sendiri merasakan betul kelelahan saat menempuh perjalanan tur. Belum habis rasa lelah mereka dari perjalanan selama 30 jam ketika terbang dari Brasil ke Indonesia, kini mereka harus menambah perjalanan lagi lebih dari 12 jam.
Arthur pun mengakui merasa kelelahan. Bahkan, dia tidak segan menuturkan merasa kelaparan saat berada di dalam Kereta Api Malioboro Expres. "Jujur sekarang yang paling saya rasa adalah lapar," ujar Arthur jelang siang hari.
Dia mengatakan, di Brasil dirinya pernah naik kereta api. Namun, waktu perjalanan tidak selama yang dia alami kemarin. "Baru kali di Indonesia dan cukup lama. Hehehe," ungkap dia.
Alhasil, dirinya pun mencoba mencari makanan di restorasi kereta api. Ditemani Fellipe, dia terlihat memesan box makanan, sembari mengobrol bersama kompatriotnya itu.
Sekitar satu jam, Arthur dan Fellipe menghabiskan waktu untuk makan siang sekaligus berbincang. Padahal, banyak pemain lokal yang memilih menghabiskan waktu untuk beristirahat. "Kami coba menikmati perjalanan. Meskipun sebenarnya capek juga," tambahnya.
Bisa jadi dua pemain ini memang masih kelelahan. Pasalnya, mereka baru tiba di Jakarta, Sabu (21/1) malam. Keesokan harinya, mereka menuju Malang dan Senin (23/1) lalu mereka sudah mengikuti latihan terakhir Arema sebelum berangkat ke Purbalingga. "Pasti lelah dalam perjalanan ini. Tetapi kami enjoy saja," ungkap dia.
Arthur dan Fellipe telah menjalani kesepakatan kontrak dengan Arema, sejak Senin malam. Di Ijen Suites Resort & Convention mereka tanda tangan kontrak untuk memperkuat tim kelahiran 1987 ini selama musim kompetisi 2017.
Sementara itu, kemarin, Arthur juga sempat mengajari Fellipe. Selepas makan, dia meminta temannya untuk membayar. "Kamu tanya saja ke pugawainya. Bayar berapa," tutur Arthur.
Dengan sedikit terbata, Fellipe pun bertanya dengan bahasa Indonesia. Petugas restorasi tidak menyangka jika Fellipe tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, sebab sebelumnya Arthur sempat mengajak untuk berbicara. "129 ribu," jawab petugas restorasi.
Fellipe bingung dan mengeluarkan uang Rp 250 ribu. Arthur pun tertawa lalu mendekatinya sembari melihat bill tagihan. "Ini cukup. Sembari mengambil uang Rp 150 ribu dari tangan Fellipe," tutur Arthur. (ley/jon/ira/JPG)

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
